Friday, February 21, 2020

Pembagian Cepat

OKE MHD AMIN     February 21, 2020    
Tip/Trik Pembagian cepat dalam belajar matematika sangat penting sekali. Pada video dibawah ini dijelaskan cara tip pembagian cepat da mudah dipahami.

Semoga  konten video ini dapat membantu para pelajar untuk menyelesaikan pembagian dengan cepat dan mudah.














Konten video di atas menjelaskan bagaimana tip/trik pembagian cepat sehingga dapat membantu para pelajar menyelesaikan tugasnya dengan cepat teruma di mata pelajaran MTK.

Tip Perkalian Cepat

OKE MHD AMIN     February 21, 2020    
Trik Perkalian cepat sangat membantu siswa dalam menyelesaikan tugas mata pelajaran MTK di Sekolah baik ditingkat sekolah Dasar maupun ditingkat sekolah lanjut lainnya.
dibawah ini akan ditampilkan tip/trik perkalian cepat.


 

Tip/Trik Perkalian cepat pada tutorial video di atas menjelaskan cara mencari hasil perkalian dengan cepat dan mudah. Disamping itu dapat mempercepatkan penyelesaian soal apalagi disaat ujian.
semoga bermanfaat.

Wednesday, February 19, 2020

Contoh Penelitian Mini

OKE MHD AMIN     February 19, 2020    
KEBIJAKAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENGIMPLEMENTASI
GERAKAN LITERASI SEKOLAH (GLS)  DI SDN
PERCONTOHAN SUNGAI PENUH


PENELITIAN MINI


Diajukan Sebagai Tugas untuk Memenuhi Persyaratan Dalam Rangka
Memperoleh Gelajar Megister Pendidikan (M.Pd)
di IAIN Kerinci



















Oleh  :

MUHAMMAD AMIN
Nim. 211.017.046





PROGRAM PASCA SARNA
PROGRAM STUDI PAI FOKUS KAJIAN PENDIDIKAN
KARKATER INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI
(IAIN) KERINCI
1440H/2018 M
BAB I
PENDAHULUAN


A. Latar Belakang Masalah
Di dalam Sejarah mencatat bahwa peradaban umat manusia menunjukkan bahwa bangsa  yang maju tidak dibangun hanya dengan mengandalkan kekayaan alam yang  melimpah dan jumlah penduduk yang banyak. Bangsa yang besar ditandai  dengan masyarakatnya yang literat, yang memiliki peradaban tinggi, dan  aktif memajukan masyarakat dunia. Keberliterasian dalam konteks ini bukan  hanya masalah bagaimana suatu bangsa bebas dari buta aksara, melainkan  juga yang lebih penting, bagaimana warga bangsa memiliki kecakapan hidup  agar mampu bersaing dan bersanding dengan bangsa lain untuk menciptakan  kesejahteraan dunia. Dengan kata lain, bangsa dengan budaya literasi tinggi  menunjukkan kemampuan bangsa tersebut berkolaborasi, berpikir kritis, kreatif, komunikatif sehingga dapat memenangi persaingan global.
Sebagai bangsa yang besar, Indonesia harus mampu mengembangkan  budaya literasi sebagai prasyarat kecakapan hidup abad ke-21 melalui pendidikan yang terintegrasi, mulai dari keluarga, sekolah, sampai dengan masyarakat.  Penumbuhan budi pekerti, minat baca anak  perlu dipupuk sejak usia dini mulai dari lingkungan keluarga. Minat baca yang tinggi, didukung dengan ketersediaan bahan bacaan yang bermutu, yang dapat mendorong pembiasaan membaca, baik  di sekolah maupun di masyarakat.
Untuk membangun budaya literasi pada seluruh ranah pendidikan (keluarga, sekolah, dan masyarakat), sejak tahun 2016 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menggiatkan Gerakan Literasi Nasional (GLN) sebagai bagian dari implementasi Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti. GLN diharapkan menjadi pendukung keluarga, sekolah, dan masyarakat mulai dari perkotaan sampai ke wilayah terjauh untuk berperan aktif dalam menumbuhkan budaya literasi
Perhatian Pemerintah di dalam menanggapi permasalahan di dunia pendidikan saat sekarang ini begitu serius,  seperti usaha yang dilakukan oleh pemerintah dapat kita lihat dan kita rasakan dalam bentuk berbagai kebijakan yang dilakukan diantaranya perubahan kuriklum dari KTSP 2006 menjadi Kurikulum 2013,  Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) No 87 tahun 2017, kesejahteraan guru melalui sertifikasi yang telah diatur dalam Permendikbud No.37 tahun 2017 serta adanya dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), disamping itu juga sarana-prasarana yang selalu mengalami perubahan dan peningkatan dan yang tak kalah pentinya lagi adanya program gerakalan literasi sekolah (GLS). Kesemuan kebijakan yang dilakukan tak lain mempunyai satu tujuan yakni tujuan nasional seperti apa yang telah ditetapkan di dalam UUD No.20 tahun 2003 yakni mengembangkan potensi yang ada dalam peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak yang Mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga Negara yang bertanggung jawab.
Lembaga pendidikan sekolah salah satu tempat pembentukan karakter gemar membaca, tentunya semua hal juga akan berpengaruh dan saling berkaitan antara satu dengan yang lainnya, serta harus saling memperkuat dan saling memperkokoh dalam rangka mencapai tujuan yang diinginkan.
Begitu juga halnya dengan SDN No. 059/XI Koto Pudung, sudah melaksanakan kegiatan Gerakan Literasi Sekolah (GLS), kebijakan kepala sekolah terhadap literasi ini disebabkan oleh faktor minat baca anak di SDN No.059/XI Koto Pudung lemah. Maka atas dasar tersebut kegiatan literasi dianggap salah satu cara untuk menumbuhkan minat baca anak agar senang untuk membacaa buku bacaan yang berkaitan dengan pelajaran.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, maka yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Bagaimana bentuk implementasi kebijakan kepala sekolah terhadap Gerakan Literasi Sekolah
2. Bagaimana upaya yang dilakukan kepala sekolah dalam mengimplementasikan kebijakan Gerakan Literasi Sekolah di SDN No.059/XI Koto Pudung
3. Apa Faktor penghambat dan pendukung dalam pengimplementasi gerakan literasi sekolah di SDN No.059/XI Koto Pudung


C. Tujuan Penelitian
Berdasarkan fokus dan rumusan pertanyaan penelitian di atas, maka secara umum yang menjadi tujuan dalam penelitian ini adalah:
1. Untuk mendeskripsikan kebijakan kepala sekolah tentang Pengimplementasian Kegiatan Gerakan Literasi Sekolah di SDN 059/XI Koto Pudung.
2. Untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam pengimplementasian Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di SDN 059/XI Koto Pudung.

D. Manfaat Penelitian
Melihat dari tujuan-tujuan dari penelitian di atas dan tentunya mengharapkan tujuan tersebut bisa tercapai dengan baik maka penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat sebagai menambah wawasan tentang kebijakan kepala sekolah tentang implementasi Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di SDN No.059/XI Koto Pudung.


E. Lingkup Penelitian
Untuk lebih terarahnya pembahasan dari proposal  mini ini dan nantinya diharapkan tidak terjadi tumpang tindih atau kajian yang terlalu luas dalam proposal ini, maka penulis membatasi lingkup penelitian ini adalah :
1. Kebijakan Kepala Sekolah dalam Mengimplementasikan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di SDN No.059/XI Koto Pudung
2. Pendeskripsian faktor penghambat dan pendukung pengimeplementasi Gerakan Literasi Sekolah di SDN No.059/XI Koto Pudung.


BAB II
LANDASAN TEORI


1.1 Pengertian Gerakan Literasi Sekolah (GLS)
1.2 Faktor Penghambat dan Pendukung Gerakan Literasi Sekolah
1.3 Macam-Macam Literasi Sekolah
1.4 Literasi Membaca

BAB III
METODE PENELITIAN

A. Desain Penelitian
Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Menurut Moleong (2012: 6) Penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian, misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan. Secara holistik, dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode alamiah.
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Melihat hal ini, penulis merasa melalui pendekatan kualitatif diharapkan terungkapnya gambaran mengenai permasalahan yang penulis bahas pada tesis ini. Penelitian  kualitatif sering disebut metode penelitian naturalistik karena penelitiannya dilakukan pada kondisi yang alamiah (natural setting) (Beni Ahmad Saebani, 2013: 147). Dengan penelitian ini yang sifatnya alamiah ini, diharapkan penulis bisa mendapatkan gambaran mengenai dari implementasi karakter disiplin dan sportivitas yang penulis butuhkan dalam melakukan penelitian ini.
Penelitian yang berjudul implementasi karakter disiplin dan sportivitas dalam pembelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan (PJOK) kelas XI di SMA Negeri 1 Sungai Penuh ini menggunakan pendekatan kualitatif karena data yang dihasilkan berupa kata-kata. Dalam penelitian ini peneliti akan memberikan gambaran secara terperinci bagaimana implementasi karakter disiplin dan sportivitas dalam pembelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan (PJOK) pada kelas XI di SMA Negeri 1 Sungai Penuh.
B. Setting Penelitian
Setting adalah suatu keadaan dimana subjek itu berdomisili yang mempengaruhi kegiatan, keadaan yang berhubungan dengan perilaku subjek. (Sugiyono, 2012: 78).
Penelitian ini akan dilakukan di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Sungai Penuh, dimana SMA ini merupakan salah satu SMA di Kota Sungai Penuh yang favorit dan merupakan sekolah yang memiliki banyak peminat.
Alasan penulis memilih Sekolah SMA Negeri 1 Sungai Penuh sebagai setting penelitian adalah: Pertama, SMA Negeri 1 Sungai Penuh ini merupakan sekolah yang dekat dengan tempat tinggal penulis, sehingga memudahkan penulis dalam melakukan penelitian di sekolah tersebut. Kedua, Proses Pembelajaran PJOK di SMA ini sudah berupaya dan mengutamakan pembentukan karakter siswa. Ketiga, penulis adalah alumni dari SMA Negeri 1 sungai penuh sehingga memudahkan untuk mendapatkan izin penelitian di sekolah ini. Keempat, di SMA Negeri 1 Sungai Penuh ini belum ada penelitian  dalam hal implementasi karakter disiplin dan sportivitas dalam pembelajaran PJOK.


C. Informan Penelitian
Penelitian ini menggunakan teknik sampel bertujuan (purposive sampling), yaitu teknik penentuan sampel sumber data dengan pertimbangan tertentu. Pertimbangan ini misalnya narasumber merupakan pihak yang paling tahu mengenai apa yang ingin kita ketahui, atau pihak yang memudahkan peneliti menjelajahi objek/ situasi sosial yang diteliti (Sugiyono, 2010: 300).
1. Informan
Informan adalah orang yang dianggap dapat memberikan informasi atau keterangan-keterangan sesuai dengan masalah yang diteliti. Di dalam penelitian kualitatif, informan ini disebut reponden. Menurut Sutopo (2002:50)” Dalam penelitian kualitatif, posisi narasumber sangat penting, sebagai individu yang memiliki informasi”. Peneliti dan narasumber bukan sekedar memberikan tanggapan pada yang diminta peneliti, tetapi narasumber bisa lebih memiliki arah dan selera dalam menyajikan informasi yang narasumber miliki . Sumber data yang berupa manusia dalam penelitian kualitatif lebih tepat disebut sebagai informan dari pada sebagai responden. Informan merupakan tumpuan pengumpulan data bagi peneliti dalam mengungkapkan permasalahan penelitian. Yang dimaksud dengan informan dalam penelitian ini adalah Kepala Sekolah (1 orang), Guru PJOK (2 orang), Siswa Kelas XI MIPA (6 orang) SMAN 1 Sungai Penuh.


2. Key Informan
Yaitu orang yang dianggap dapat memberikan keterangan-keterangan yang merupakan nara sumber utama dalam hal ini yang dimaksud dengan key informan adalah Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan (PJOK) SMA Negeri 1 Sungai Penuh.
3. Arsip dan Dokumen
Menurut sutopo (2002:54) mengemukakan bahwa “Dokumen adalah bahan tertulis yang bergayutan dengan suatu peristiwa atau aktifitas tertentu, sedangkan arsip merupakan catatan rekaman yang bersifat formal dan terencana dalam organisasi”. Dalam penelitian ini, Sumber data yang berupa peristiwa atau suasana adalah setiap peristiwa atau suasana yang terkait dengan aktivitas siswa yang terdiri dari perilaku yang nampak selama proses pembelajaran sehubungan dengan implementasi karakter displin dan sportivitas  melalui pembelajaran PJOK di SMA Negeri 1 Sungai Penuh. Sumber data yang berupa dokumen adalah dokumen-dokumen yang berkaitan dengan penelitian ini, yang akan berfungsi sebagai indikator dan produk komitmen subjek penelitian. Dengan demikian, dokumen ini akan terkait dengan keseluruhan subjek penelitian.
D. Teknik Pengumpulan Data
Tehnik yang dilakuakan untuk pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi partisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan metode Miles and Huberman (Sugiyono, 2011:246).
1. Observasi
Menurut Cresswel (2012) observasi kualitatif merupakan observasi yang di dalamnya peneliti langsung turun ke lapangan untuk mengamati perilaku dan aktivitas individu-individu di lokasi penelitian. Dalam pengamatan ini, peneliti merekam/mencatat-baik dengan cara terstruktur maupun semistruktur (misalnya, dengan mengajukan sejumlah pertanyaan yang memang diketahui oleh peneliti) aktivitas-aktivitas dalam lokasi penelitian. Para peneliti kulitatif juga dapat terlibat dalam peran-peran yang beragam, mulai dari sebagai nonpartisipan hingga partisipan utuh.
Observasi  dalam penelitian ini dilakukan  untuk melihat  pembelajaran  PJOK yang  dilaksanakan  guru  selama  ini,  pengembangan  silabus  dan  penyusunan  RPP,  model  dan  pendekatan pembelajaran  yang  sering  digunakan guru  dalam  mengajar, pengetahuan dan implementasi  kebijakan pendidikan karakter melalui mata pelajaran. Selain itu observasi dalam penelitian ini juga akan melihat proses implementasi karakter disiplin dan sportivitas dalam pembelajaran PJOK.
2. Wawancara Mendalam
Wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu. Percakapan itu dilakukan oleh dua pihak, yaitu pewawancara (interviewer) yang mengajukan pertanyaan dan terwawancara (interviewee) yang memberikan jawaban atas pertanyaan itu (Moleong, 2014:186). Wawancara itu sendiri dibagi menjadi 3 kelompok yaitu wawancara terstruktur, wawancara semi-terstruktur, dan wawancara mendalam (in-depth interview). Namun disini peneliti memilih melakukan wawancara mendalam. Wawancara mendalam yaitu teknik pengumpulan data yang dilakukan peneliti untuk mendapatkan informasi secara lisan melalui tanya jawab, yang berhadapan langsung dengan sejumlah informan yang dapat memberikan keterangan-keterangan yang berkaitan dengan permasalahan penelitian. Ini bertujuan untuk mengumpulkan informasi yang kompleks, yang sebagian besar berisi pendapat, sikap, dan pengalaman pribadi.
Wawancara yang dilakukan peneliti dengan guru dimaksudkan untuk mencari informasi mengenai kebiasaan dan keteladanan yang dilakukan guru, penggunaan media ataupun cara guru dalam mengenalkan dan menanamkan displin dan sportivitas kepada siswa melalui mata pelajaran PJOK. Wawancara peneliti dengan kepala sekolah ditujukan untuk mencari data mengenai situasi dan kondisi lingkungan sekolah, serta cara implementasi karakter disiplin dan sportivitas siswa yang dilakukan oleh guru. Wawancara peneliti dengan siswa ditujukan untuk mencari data mengenai perwujudan sikap disiplin dan sportivitas siswa.
3. Dokumentasi
Menurut (Basrowi dan Suwandi, 2008: 158)  metode ini merupakan suatu cara pengumpulan data yang menghasilkan catatan-catatan penting yang berhubungan dengan masalah yang diteliti, sehingga akan diperoleh data yang lengkap, sah dan bukan berdasarkan perkiraan.
Dokumentasi  dimaksudkan untuk memperoleh gambaran profil sekolah terkait dengan  upaya  sekolah  dalam  mengimplementasikan  karakter  disiplin dan sportivitas peserta  didik  melalui pembelajaran PJOK,dan dalam hal ini juga peneliti akan mendokumentasikan berupa dokumen Silabus dan RPP mata pelajaran PJOK.
E. Instrumen Penelitian
Sugiyono (2011: 222) menerangkan bahwa dalam penelitian kualitatif, yang menjadi instrumen atau alat penelitian adalah peneliti itu sendiri. Oleh karena itu peneliti sebagai instrumen juga harus “divalididasi “ meliputi validasi terhadap pemahaman metode penelitian kualitatif, penguasaan wawasan terhadap bidang yang diteliti, kesiapan peneliti untuk memasuki objek penelitian, baik secara akademik. Yang melakukan validasi adalah peneliti itu sendiri melalui evaluasi diri terhadap pemahaman bidang yang diteliti.
Untuk memperoleh data penelitian, peneliti menggunakan instrumen yang ditunjukan kepada responden.
F.  Analisa Data
Patton yang dikutip oleh Beni Ahmad Saebani menjelaskan bahwa analisis data adalah proses mengatur, urutan data, mengorganisasikannya ke dalam suatu pola, kategori dan satuan uraian dasar (Beni Ahmad Saebani, 2013: 106).
Menurut Bogdan Sugiyono, (2006: 334), analisis data kualitatif adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan bahan-bahan lain, sehingga mudah dipahami, dan temuannya dapat diinformasikan kepada orang lain. Miles dan Huberman, (1992: 15-20) menyatakan bahwa data yang diperoleh dari berbagai sumber, dengan menggunakan teknik pengumpulan data yang bermacam-macam (triangulasi data), data dilakukan secara terus menerus sampai datanya jenuh. Aktivitas analisis data digambarkan seperti di bawah ini:
Jadi bisa disimpulkan bahwa analisa data adalah bermaksud mengorganisasikan data. Dalam penelitian kualitatif seperti yang penulis lakukan bahwa analisa data dilakukan sejak awal penelitian dan selama proses penelitian dilaksanakan. Data yang diperoleh dikumpulkan untuk diolah secara sistematis. Dimulai dari wawancara, observasi, mengedit, mengklasifikasi, mereduksi, selanjutnya aktifitas penyajian data serta menyimpulkan data.






Sumber: Sugiyono (2009: 338)
Gambar 2. Komponen dalam analisis data (model interaktif)
Menurut Nasution Sugiyono: (2009:205) analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik sebagai berikut:
2. Reduksi Data
Reduksi data merupakan suatu proses pemilihan, pemusatan perhatian pada penyederhanaan, pengabstrakan, dan transformasi data “kasar” yang muncul dari catatan-catatan tertulis di lapangan (Andi Prastowo, 2012: 242). Pada tahap ini, peneliti merangkum data-data yang diperoleh dari lapangan secara teliti dan rinci, memilih hal-hal yang pokok dan memfokuskannya pada hal-hal yang penting, dan membuang hal-hal yang tidak berkaitan dengan fokus penelitian. Hal ini memudahkan peneliti untuk melakukan pengumpulan data selanjutnya mengenai implementasi karakter disiplin dan sportivitas.
3. Penyajian Data
Setelah data direduksi, maka langkah selanjutnya adalah mendisplaykan data. Penyajian data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan teks yang bersifat naratif.
4. Penarikan Kesimpulan atau verifikasi
Langkah selanjutnya dalam analisis data yaitu membuat kesimpulan akhir. Kesimpulan dalam penelitian kualitatif masih bersifat sementara dan akan berubah bila tidak ditemukan bukti-bukti yang kuat dan mendukung.
G. Keabsahan Data
Untuk mengetahui keabsahan data dalam rangka membuktikan kesesuaian  data penelitian dengan kenyataan di lapangan, peneliti menggunakan peningkatan ketekunan, teknik triangulasi sumber dan mengadakan membercheck Sugiyono (2011:268).
a. Peningkatan Ketekunan / Perpanjangan Keikutsertaan
Perpanjagan keikutsertaan berarti peneliti tinggal dilapangan penelitian, sampai kejenuhan pengumpulan data tercapai (Lexy. J Meleong, 2012:327). Kehadiran peneliti dalam setiap tahap penelitian akan membantu peneliti untuk memahami semua data yang dihimpun dalam penelitian. Peneliti bersama responden dilapangan membantu peneliti memahami responden, memahami makna-makna PJOK, makna symbol dan berbagai makna lainnya yang terlihat di SMA Negeri 1 Sungai Penuh. Peneliti melakukan cek ulang setiap tanggapan atau respon yang didapatkan, sehingga kesalahan mendapat tanggapan atau respon, responden berdusta bahkan kesengajaan untuk menipu penelitian dapat dihindari, karena peneliti memiliki waktu yang cukup untuk melakukan periksa ulang. Artinya peneliti melakukan perpanjangan waktu dilapangan sehingga banyak hal yang dapat dipelajari dan akan lebih besar kepercayaan yang diperoleh, sehingga mempermudah pengamatan .
b. Triangulasi
Peneliti menggunakan teknik triangulasi untuk memperoleh keabsahan data. Teknik triangulasi menurut Moleong merupakan sesuatu teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain di luar data tersebut untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data tersebut (Andi Prastowo, 2012: 269). Teknik triangulasi yang dilakukan oleh peneliti adalah triangulasi sumber, triangulasi teknik pengumpulan data, dan triangulasi waktu.
Triangulasi sumber dilakukan dengan cara melakukan pengecekan kredibilitas data yang dilakukan dengan memeriksa data yang didapatkan melalui beberapa sumber. Pengujian kredibilitas data tentang implementasi karakter disiplin dan sportivitas melalui pembelajaran PJOK pada siswa kelas XI SMA Negeri 1 Sungai Penuh, pengumpulan dan pengujian data yang diperoleh dilakukan kepada guru dan siswa kelas XI, serta kepala sekolah. Data-data tersebut dideskripsikan menurut temuan yang sama atau berbeda dari ketiga sumber data tersebut.
Triangulasi teknik pengumpulan data dilakukan peneliti dengan cara mengecek data kepada sumber yang sama, namun dengan teknik yang berbeda. Peneliti melakukan pengumpulan data mengenai implementasi karakter disiplin dan sportivitas melalui pembelajaran PJOK di SMA Negeri 1 Sungai Penuh melalui teknik observasi. Data-data yang diperoleh peneliti dengan teknik observasi tersebut akan dicek kembali melalui teknik wawancara dan dokumentasi.
Triangulasi waktu dilakukan dengan cara melakukan pengecekan informasi melalui observasi dalam waktu yang berbeda. Uji kredibilitas ini dilakukan secara berulang-ulang sampai ditemukan kepastian datanya.
Hasil akhir dari proses penelitian di lapangan dibuat dan dilaporkan oleh peneliti dalam bentuk teks yang bersifat deskriptif mengenai implementasi karakter disiplin dan sportivitas melalui pembelajaran PJOK di SMA Negeri 1 Sungai Penuh. Hasil akhir tersebut merupakan kesimpulan yang berisi data-data yang telah dianalisis selama peneliti melakukan penelitian di lapangan.
c. Diskusi dengan Teman Sejawat
Diskusi dengan teman sejawat sangat diperlukan untuk mempertajam daya analitik penelitian. Kelemahan-kelemahan dalam seluruh proses penelitian akan dapat diketahui untuk di telaah kemungkinan solusinya yang terbaik. Disamping itu diskusi sejawat  bermanfaat untuk kemantapan rencana dan proses penelitian. Sehingga penulis dapat melakukan penelitian dengan keyakinan lebih penuh, guna mempermudah terungkapnya data-data dan informasi yang dibutuhkan di lapangan.



BAB IV
HASIL PENELITIAN



DAFTAR PUSTAKA



Departemen Agama RI, Al-Qur’an dan Terjemahnya, Jakarta, Proyek pengadaan Kitab Suci Al-Qur’an,  Pelita V, Tahun 1986/1987

Departemen. Pendidikan dan Kebudayaan. RI, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta : Balai Pustaka, 1989

Darajat, Zakiyah, Dr. (1992) Ilmu Pendidikan Islam, Jakarta : Penerbit Bumi Aksara.

Hadi, Sutrisno, Metodologi research, Penerbit fak.Psychologi Universtiras Gajah Mada, Yogyakarta, 1978.

Noor, Syakirman, M, (2001), Pedoman Penulisan Karya Ilmiah (Skripsi Dan Tesis Untuk Ilmu-Ilmu Keislaman), Kopertais
Wilayah VI Sumatera Barat dan Kerinci.

Uhbiyati, Nur, Ilmu Pendidikan Islam ( IPI ),  Bandung : Pustaka setia, 1997.
Undang-Undang Dasar 1945, BP-7 Pusat, 1990.

Friday, November 15, 2019

CONTOH SURAT PENGANTAR

OKE MHD AMIN     November 15, 2019    
PEMERINTAH KABUPATEN KERINCI
DINAS PENDIDIKAN
SEKOLAH DASAR NEGERI NO. 101/III KOTO PATAH
KECAMATAN KELILING DANAU
Alamat : koto Patah                                Kode pos : 37173


SURAT PENGANTAR
Nomor : 800/        /SD-101/2019


Yang bertanda tangan dibawah ini :
Nama                : SULASTRI.S.Pd
NIP                : 19621210 1984052001
Jabatan                : Kepala Sekolah
Unit kerja            : SD Negeri 101/III Koto Patah
Alamat                : Tanjung Pauh Mudik

Bersama dengan surat ini kami juga kirimkan data pegawai unit kerja SD N 101/ III Koto Patah yang akan memasukkan bahan inspasing guru Non PNS, adapun data pegawai yang kami maksud adalah sebagai berikut :

Nama                : SON DEPI PUTRA.S,Pd
Tempat / Tanggal lahir    : Tanjung Pauh Mudik / 17 Agustus 1985
Pendidikan terakhir        : S1 – Matematika
Jabatan                : Guru kelas
Alamat     :Desa Koto Keras,Kec Pesisir Bukit, Kota Sungai      Penuh,Kab    Kerinci,Prov Jambi
Unit kerja            : SD Negeri 101/III koto Patah


Demikian surat pengantar ini kami buat dan kami sampaikan atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terima kasih.



Hormat kami,
Kepala sekolah



SULASTRI,S.Pd
NIP : 19621210 1984052001



















PEMERINTAH KABUPATEN KERINCI
DINAS PENDIDIKAN
SEKOLAH DASAR NEGERI NO. 101/III KOTO PATAH
KECAMATAN KELILING DANAU
Alamat : koto Patah                                Kode pos : 37173


SURAT PERNYATAAN AKTIF MENGAJAR
Nomor : 800/            /SD-101/2019


Yang bertanda tangan dibawah ini :

Nama                : SON DEPI PUTRA.S,Pd
Tempat / Tanggal lahir    : Tanjung Pauh Mudik/ 17 Agustus 1985
Pendidikan terakhir        : S1 – Matematika
Jabatan            : Guru kelas
Alamat    : Desa Koto Keras,Kec Pesisir Bukit, Kota Sungai      Penuh,Kab    Kerinci,Prov Jambi
Unit kerja            : SD Negeri 101/III Koto Patah

Bahwa saya benar-benar menjadi  pendidik di SD Negeri 101/III Koto Patah Kecamatan Keliling Danau terhitung mulai tanggal 01 Januari 2008 sampai sekarang, dan masih aktif mengajar sebagai pendidik

Demikian surat pernyataan i ni saya buat dengan sebenar-benarnya agar dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.


Koto patah , 08 Agustus 2019
       Mengetahui :
      Kepala sekolah                         Yang menyatakan



   SULASTRI,S.Pd                             SON DEPI PUTRA.S,Pd
19621210 1984052001






















BIODATA TENAGA NON PNS
GURU TATA USAHA DAN PENJAGA SEKOLAH


1.    NAMA LENGKAP                : SON DEPI PUTRA.S,Pd
2.    NUPTK                    : 6149763665200043
3.    TEMPAT/TANGGAL L AHIR        : Tanjung Pauh Mudik/ 17 Agustus 1985
4.    JENIS KELAMIN                : Laki –Laki
5.    STATUS PERKAWINAN            : Kawin
6.    AGAMA                    : Islam
7.    PENDIDIKAN TERAKHIR            : S1 – Matematika
8.    JURUSAN                    : Matematika
9.    TAMATAN                    : 22 September 2011
10.    ALAMAT SEKOLAH                : SD Negeri 101/III Koto Patah
11. ALAMAT RUMAH    : Desa Koto Keras, Kec Pesisir Bukit, Kota   Sungai    Penuh,Kab Kerinci, Prov Jambi
11.    JABATAN                    : Guru Kelas
12.    TEMPAT TUGAS SEKARANG        : SD Negeri 101/III Koto Patah
13.    MULAI BERTUGAS SEBAGAI TENAGA HONORER : 01 Januari 2008
14.    NOMOR/TANGGAL SURAT PENUGASAN    : 800/  04  /SD-101/2008
15.    PEJABAT YANG MENUGASKAN        : RUSLI YAKUB.A.Ma
16.    MASA KERJA SABAGAI TENAGA HONORER     : 11 TAHUN
17.    BERTUGAS DI SEKOLAH LAIN        : -




Mengetahui,
Kepala sekolah



SULASTRI,S.Pd
           NIP : 19621210 1984052001



CONTOH SINOPSIS

OKE MHD AMIN     November 15, 2019    
A.     JUDUL SINOPSIS : NILAI-NILAI KARAKTER KEARIFAN LOKAL “BACANGEH” DI SEMURUP

B.    NAMA : RINA PUSTIKAWATI

C.    LATAR BELAKANG MASALAH
Daerah utama kecamatan Air Hangat adalah Semurup yang sekaligus merupakan ibukota kecamatan. Awalnya, Semurup berkembang dari perkampungan di pinggiran bukit yang disebut Koto Payung Semurup Tinggi, kemudian berkembang membentuk tiga luhah (tiga kelurahan). Tiga luhah arah timur sampai ke desa Pendung, ke utara sampai Desa Baru Air Hangat dan ke arah selatan desa Sawahan. Semurup berada 9 km utara kota Sungai Penuh.
Masyarakat Semurup merupakan salah satu kelompok masyarakat yang masih sangat menjunjung tinggi nilai-nilai budaya leluhur mereka. Salah satu upacara adat di Semurup yang masih terlestarikan hingga saat ini adalah upacara Bacangeh atau  Turun Mandi.
Upacara Bacangeh merupakan upacara yang dilakukan ketika telah lahirnya seorang bayi kedunia. Upacara ini merupakan perayaan ungkapan syukur kepada sang pencipta atas nikmat bayi yang baru lahir. Upacara Bacangeh ini bertujuan untuk memperkenalkan kepada masyarakat bahwa telah lahir keturunan baru dari sebuah keluarga atau suku tertentu. Upacara Bacangeh ini hanya dilaksanakan ketika baru melahirkan bayi saja dan juga untuk momen pertama untuk si ibu untuk keluar rumah pasca pemulihan setelah melahirkan. Upacara bacangeh ini juga mempunyai persyaratan-persyarakan yang harus dilakukan, namun biasanya setiap nagari ada sedikit perbedaan dalam pelasanaannya. Misalnya upacara bacangeh atau Turun Mandi harus dilaksanakan di batang aie (sungai), pihak keluarga penyelenggara harus menyediakan bareh badulang (beras berdulang), menyediakan sigi kain buruak (obor dari kain lusuh/tidak dipakai), harus ada tampang karambia tumbuah (cikal kelapa), harus ada tangguak (jala kecil), harus ada palo nasi (kepala nasi) dan lain-lain. Persyaratan-persyaratan yang ada tentu mempunyai makna-makna tersendiri kenapa itu harus dilakukan dan disediakan.
Tujuan diadakannya bacangeh atau Turun Mandi itu adalah ungkapan rasa syukur manusia terhadap nikmat yang telah diperoleh terhadap Tuhannya yang diperintahkan didalam agama. Bersyukur atas nikmat yang telah diperoleh merupakan ciri sebuah ketaatan seseorang hamba kepada Tuhannya. Perintah untuk bersyukur atas perolehan nikmat yang didapat oleh manusia terdapat dalam surat Ad-Dhuha ayat 11 yang berbunyi:


وَأَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ

“Dan terhadap nikmat Tuhanmu maka hendaklah kam menyebut-nyebutnya (dengan bersyukur)”.

Ayat tersebut memerintahkan untuk selalu bersyukur atas nikmat yang didapat oleh manusia. Kaitannya dengan tradisi bacangeh atau  upacara Turun Mandi yang dilaksanakan oleh masyarakat Semurup esensinya merupakan salah satu bukti keselarasan antara adat dengan agama. Hukum Islam dengan hukum adat tidak selamanya bertentangan selagi tradisi adat itu tidak mengandung unsur-unsur yang dilarang agama diantaranya takhayul, bid’ah dan khurafat. Makna hubungan hukum adat dengan agama erat sekali, saling topang-menopang, karena sesungguhnya yang dinamakan adat yang benar-benar adat adalah syara’ itu sendiri. Dalam hubungan ini perlu dijelaskan bahwa adat dalam tradisi ini adalah cara melaksanakan atau memakai syara’ itu dalam masyarakat sehingga peneliti tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul 
“NILAI-NILAI KARAKTER KEARIFAN LOKAL “BACANGEH” DI SEMURUP”



D.    PERTANYAAN PENELITIAN
1.    Apa saja bentuk pelaksanaan tradisi bacangeh di Semurup?
2.    Bagaimana persepsi masyarakat tentang bacangeh ?
3.    Nilai karakter apa saja yang ada dalam tradisi bacangeh ?

E.    TUJUAN PENELITIAN
1.    Untuk mengetahui bentuk pelaksanaan tradisi bacangeh di Semurup?
2.    Untuk Mengetahui Bagaimana persepsi masyarakat tentang bacangeh ?
3.    Untuk mengetahui Nilai karakter apa saja yang ada dalam tradisi bacangeh ?

F.    KAJIAN PUSTAKA
Pengertian kebudayaan menurut E.B Taylor (1871) adalah kompleksitas yang mencakup pengetahuan, kesenian, moral,hokum,adat istiadat, dan lain –lain. Kebudayaan dapat dikatakan suatu pengetahuan manusia yang dijadikan sebagai pedoman di dalam kehidupan yang memiliki aturan-aturan dan nilai-nilai yang berlaku dalam kehidupan masyarakat tersebut. Aturan-aturan tersebut dapat di temui antara lain, dalam, agama,hukuman, adat istiadat.
Setiap masyarakat di dunia memiliki kebudayaan yang berbeda-beda dan biasa juga mengalami persamaan diantara masyarakat yang satu dengan yang lainnya. Meskipun kebudayaan tersebut terdapat unsur-unsur yang sama.  Unsur-unsur kebudayaan bersifat universal merupakan unsur-unsur yang pasti bisa di temukan di semua kebudayaan di dunia, baik yang hidup dalam masyarakat pedesaan maupun masyarakat perkotaan. Maksudnya adalah bahwa setiap masyarakat yang ada di dunia baik yang hidup di perkotaan maupun yang hidup di pedesaan pasti terdapat ke tujuh unsur kebudayaan, yaitu: bahasa, sistem pengetahuan, organisasi sosial, sistem peralatan hidup dan teknologi, sistem mata pencarian hidup, sistem religi, dan kesenian, jadi ketujuh unsure kebudayaan tersebut ada dan bisa ditemukan di dalam semua kebudayaan dari semua bangsa dimanapun di dunia ( Koentjaranigrat, 1985:2).
Geertz menfokuskan konsep kebudayaan kepada nilai - nilai budaya yang  menjadi pedoman masyarakat untuk bertindak menghadapi berbagai permasalahan hidupnya. Sehingga pada akhirnya konsep kebudayaan merupakan sebagai  pedoman penilaian terhadap gejala- gejala yang dipahami oleh sipelaku kebudayaan tersebut. Maka kebudayaan terdiri makna berisi penilaian - penilaian pelaku yang  ada dalam kebudayaan dan kebudayaan itu tidak bersifat individual tetapi menerapkan  milik kolektif dari suatu kelompok. Kebudayaan juga menjadi suatu pola makna yang diteruskan secara historis yang terwujud dalam symbol - simbol. kebudayaan juga menjadi suatu sistem yang diwariskan yang terungkap dalam bentuk -bentuk simbolik dengan manusia, berkomunikasi,melestarikan, dan mengembangkan pengetahuan mereka tentang kehidupan dan sikap-sikap terhadap kehidupannya (Geertz, 1992 : 3).
Geertz juga berpendapat bahwa kebudayaan itu terwujud ke dalam simbol yang diwariskan melaluai proses belajar dan tidak diwariskan secara genetik, dimana sistem simbol itu terletak di luar batas-batas individu, yaitu dalam dunia inter-subjektif dari pemahaman bersama oleh kelompok masyarakat pendukungnya, salah satu dapat dilihat kedalam bentuk upacara-upacara. Oleh karena itu, adat istiadat yang selalu mengatur sebuah tradisi yang salah bentuknya mengatur upacara tradisi turun mandi merupakan kompleks yang diatur oleh nilai-nilai dan norma-norma yang ada dalam masyarakat.
Proses upacara turun mandi mereka pelajari dan meyakini kebenaran, dan merupakan kompleks aktifitas yang dilakukan berulang-ulang dan berpola. Begitu juga dengan benda dan alat-alat yang di pakai selama pelaksanaan tradisi turun mandi merupakan bentuk dari kebudayaan fisik masyarakat Semurup.  Oleh karena itu tradisi masih di pengaruhi oleh sistem budaya atau adat istiadat dalam pelakasanaan upacara tradisi turun mandi.
 Menurut Bachtiar tradisi merupakan sistem yang menyeluruh, yang terdiri dari aspek yang memperlihatkan arti laku ujaan, laku virtual, dan berbagai jenis  laku lainya pada manusia atau sejumlah manusia melakukan tindakan satu dengan yang lain.
Unsur yang terkecil itu adalah simbol. Simbol meliputi simbol konstitutif (yang bentuk sebagai kepercayaan), simbol kognitif (yang membentuk ilmu pengetahuan), simbol penilaian moral, dan simbol ekspresif atau simbol yang menyangkut pengukapan perasaan (Esten, 1999 : 22).
Menurut Turner dalam Melda Karim (Skripsi: 2008), simbol-simbol dalam pelakasanaan upacara baik perangkat upacara, sistem pelaksanaannya, maupun proses pelaksanaan upacara merupakan rangkaian simbol-simbol yang mengambarkan keadaan nyata dari komuniti pelaksanaan upacara, simbol merupakan sesuatu yang di anggap dengan persetujuan bersama sebagai yang memberikan sifat alamiah atau mewakili kualitas yang sama atau dengan membayangkan dalam kenyataan dan pikiran.
Tradisi upacara turun mandi pada bayi baru lahir masih di lakukan oleh mayarakat Semurup tepatnya di Kecamatan Air Hangat sampai saat sekarang ini, dimana hal ini sudah menjadi tradisi yang bertahan dalam kehidupan masyaraka.Tradisi turun mandi pada bayi baru lahir oleh masyarakat Semurup dilakukan sesuai dengan nilai-nilai budaya setempat, sehingga tradisi upacara turun mandi pada bayi baru lahir mempunyai makna bagi masyarakat yang melaksanakannya. Makna-makna tersebut tergambar dalam sebuah simbol.
Tradisi adalah kebiasaan sosial yang diturunkan dari generasi ke generasi berikutnya melalui proses adat istiadat

G.    METODOLOGI PENELITIAN
Metode penelitian dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskiptif, yang mana menurut pendapat Hermawan Wasinto :1997, “penelitian ini terbatas pada usaha mengungkapkan suatu masalah dan keadaan sebagaimana adanya, sehingga hanya merupakan penyingkapan fakta yang ada”.
Didalam penelitian kualitatif tidak megenal istilah populasi dan sample seperti dalam penelitian kuantitatif (A. Muri Yusuf , 2014 : 368). Akan tetapi didalam penalitian kualitatif menggunakan istilah situasi social. ( pelaku, tempat, aktivitas )
Dalam hal ini peneliti mewawancara pelaku dan dapat juga mengamati kegiatan atau aktivitas yang mereka lakukan ditempat tersebut atau mengambil dokumentasi peristiwa, kejadian, atau moment yang terjadi. Dalam penelitian ini yang menjadi informan Kepala Sekolah, Guru, Siswa-siswa MTSN AIR Hangat yang menerima bantuan PKH, serta orang tua siswa tersebut.
H.    TEKNIK PENGUMPULAN DATA
a) Wawancara
Wawancara merupakan suatu cara yang tidak dapat di di peroleh melalui observasi, dnegan wawancara peneliti juga bisa mendaptkan informasi secara mendalam seusai dengan pertanyaan-pertanyaan yang di ajukan kepada informan.
(John W. Creswell :231)  mendefenisikan bahwa tehnik pengumpulan data Dalam wawancara kualitatif, peneliti dapat melakukan face-to-face interview ( wawancara berhadap-hadapan) dengan partisipan, wawancarai mereka dengan telepon, atau terlibat dalam focus group interview (interview dalam kelompok tertentu) yang terdiri dari enam sampai delapan partisipan per kelompok. Wawancara-wawancara seperti ini tentu saja memerlukan pertanyaan-pertanyaan yang secara umum tidak tersetruktur (unstructured) dan bersifat terbuka (openended) yang dirancang untuk memunculkan pandangan dan opini dari para partisipan.
b) Observasi
(John W. Creswell :231) Observasi kualitatif merupakan observasi yang di dalamnya peneliti langsung turun ke lapangan untuk mengamati perilaku dan aktivitas individu-individu di lokasi penelitian. Dalam pengamatan ini, peneliti merekam/mencatat-baik dengan cara terstruktur maupun semistruktur (misalnya, dengan mengajukan sejumlah pertanyaan yang memang diketahui oleh peneliti) – aktivitas-aktivitas dalam lokasi penelitian. Para peneliti kulitatif juga dapat terlibat dalam peran-peran yang beragam, mulai dari sebagai nonpartisipan hingga partisipan utuh.
c) Dokumentasi
Dalam melaksanakan metode dokumentasi peneliti menyelidiki benda-benda tertulis (Suharsimi Arikunto :1998). Dokumentasi yang dipakai pada penelitian ini untuk mencatat data-data yang sudah didokumentasikan atau diarsipkan.
J.  INSTRUMENT
1.    Pedoman Wawancara
Intrument yang akan digunkan dalam wawancara semi terstuktur adalah pedoman wawancara. Pedoman wawancara berisi pertanyaa-pertanyaan utama berkenan dengan bacangeh
2.    Catatan Lapangan
Catatan lapangan merupakan alat yang sangat penting dalam penelitian kualitatif untuk mencatat data observasi penulis akan menggunakan pedoman observasi.
3.    Lembar Observasi/ Check List
Instrument yang digunakan pada teknik observasi yaitu berupa lembar observasi. Lembar observasi adalah daftar kegiatan-kegiatan yang mungkin timbul dan akan diamati.
K.    TEHNIK ANALISA DATA
Disini peneliti menggunakan tehnik reduksi data, dengan cara membuang data yang tidak di butuhkan, sehingga dapat menajamkan data. Dan data tersebut dapat di tarik kesimpulanya untuk di validitaskan. Validitas data
Untuk mendapatkan validitas data yang akurat maka peneliti melakukan beberapa tahap, yaitu :
a)    Perpanjangan pengamatan, dilakukan untuk menjalin kedekatan peneliti dengan sumber/informan, agar tidak adanya ketakutan atau keterbatasan memberikan data kepada peneliti.
b)    Triangulasi sumber, ini dilakukan peneliti untuk menemukan kesamaan data dengan melakukan wawancara terhadap informan yang berkaitanlalu di lakukan cek dengan hasil observasi dan catatan lapngan, hal ini bertujuan untuk mevaliditas data temuan di lapangan dan data hasil wawancara

L.    DAFTAR PUSTAKA
Arikunto suharsimi, Prosedur penelitian: suatu pendekatan praktek, Rineka Cipta :    jakarta, 1998
Bimbingan Adat Istidat Turun Mandi, Kementrian Sosial 2016
Creswell, 2014 ,translate design research kuantitatif,kualitatif dan mixed
Muri. A Yusuf, (2014), Metode Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif dan Gabungan, Jakarta : pranademedia Group.
Tim Bahasa Pustaka Agung Harapan, Kamus Cerdas Bahasa Indonesia Terbaru, cv. Pustaka Agung harapan: Bandung, 2003
Osher, D ,dkk.2010.”how can we improve school disipline ?” educational research
Prijadarminto, Budaya Jambi, Balai pustaka:Jakarta,2002

Sunday, November 3, 2019

PENGARAHAN HARI SENIN DI SEKOLAH

OKE MHD AMIN     November 03, 2019    

Tujuan Menuntut Ilmu tidak sebatas mengasah otak saja supaya menjadi pintar. Untuk menjadi pintar dijaman sekarang ini tanpa gurupun juga bisa Mbah Google lebih hebat dari pada guru. Tapi Tujuan Menuntut ilmu jauh dari pada itu bukan hanya untuk mengasah otak saja tapi yang lebih penting dari pada itu adalah membentuk Karakter / Akhlak agar menjadi orang berkakater.Jika sudah berkarakter maka kepintaran itu akan bernilai. Jika tidak berkarkater kepintaran tersebut tidak ada nilainya. baik disisi manusia maupun disisi Tuhan yang maha kuasa.

Dizaman sekarang ini Kepintaran sering disalahgunakan, ternyata kepintaran banyak membuat seseorang  menjadi bodoh,angkuh, sombong dan lupa diri. Dengan kehabatan dan kepintaranya dia merasakan dialah yang hebat, dialah yang berkuasa orang lain tidak ada gunanya dia berbuat semaunya saja tanpa memikirkan bagaimana perasaan orang lain asal dia senang dan asal dia kenyang.

Anak didik yang kami cintai.
Maka disini sering kita mengarkan  dua istilah antara  Tahu dan Paham.
Dalam Belajar Tahu dan Paham ini penting sekali kita ketahui.
orang yang tahu dia belum tentu paham. dan orang yang paham dia sudah pasti tahu.


tidak dibingkai dengan karakter yang baik. Di Indonesia ini banyak orang-orang pintar, orang hebat, tapi kepintaran dan kehebatannya sering disalahgunakan. Mereka padaumumnya lebih individualisme mementingkan kepentingan diri sendiri dari pada kepentingan orang banyak.


Saturday, November 2, 2019

PTK GURU KELAS SD/MI

OKE MHD AMIN     November 02, 2019    

5 JUDUL   PTK  LENGKAP UNTUK GURU KELAS SD/MI
 PTK Di bawah ini lengkap dengan lampirannya. PTK ini berbayar untuk Jasa pembuatannya Rp. 150.000 (seratus lima puluh ribu rupiah) untuk 1 PTK. Jika berminat bisa hubungi
No. WA. 085266737778

1. Meningkatkan  hasil belajar  dalam pembelajaran  IPA  tentang alat mata pada manusia
   menggunakan alat peraga  di kelas IV SDN No.36/XI Paling Serumpun.
. 
2. Upaya Meningkatkan Hasil Belajar IPA siswa  kelas IV dengan Menggunakan Model 
    Pembelajaran Student Teams Achievement  Devision (STAD)   Di SD No. 010/XI Pondok Agung
    tahun 2015                                   

3.  Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Dengan Penerapan
      Model Picture And Picture Pada Kelas IV SDN 010/XI Pondok Agung

4. Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Dengan Penerapan 
     Model Picture And Picture Pada Kelas 2 Sdn 036/XI Paling Serumpun 

5. Upaya Meningkatkan Pemahaman Siswa Pada Subtema  Macam-Macam Sumber 
    Energi Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Di  Kelas IV SD  
    Negeri 010/Xi Pondok Agung Kecamatan Pondok Tinggi






CONTOH SURAT PERJANJIAN

OKE MHD AMIN     November 02, 2019    
SURAT PERJANJIAN

Saya Anwar bin Sutan Nawi Bin Sipinteh, umur ................ agama islam alamat ..................................... dengan ini menyatakan dan dapat mengakui bahwa tanah yang terletak di .............................. seluas............... adalah milik dari Idris Bin sipinteh yaitu bilamana ahli warisnya (anak nya/Yurminalis) sanggup angkat sumpah dan telah melaksanakan sumpah secara agama islam atas nama Allah dan al-quran 30 jus sebagai bukti pernyataannya dan pengakuan nya bahwa tanah tersebut adalah sudah menjadi milik orang tuanya (Indris bin Sipinteh).
    Maka dengan dasar itu sesungguhnya saya dapat :
1.    Mengakui dan menyatakan sepenuh hati bahwa tanah tersebut sah sepenuhnya hak milik ahli waris/anak anak Idris bin Sipinteh.
2.    Saya berjanji wajib menanda tangani surat berita acara pelaksanaan sumpah tersebut
3.    Saya dapat menerima segala keputusan pengadulan yang telah menetapkan ketentuan –ketenuan hukum tentang status tanah tersebut.
4.    Dan saya bertanggung jawab penuh atas semua anak turnan / ahli waris sutan nawi bin si pinteh pasti tidak mengungkit – menganggu gugat tanah tersebut. Termasuk apa saja yang ada di dalam nya yakni setelah sumpah di laksanakan ybs.
5.    Bahwa setelah sumpah di laksanakan, saya akan meminta maaf kepada ahli waris Idris bin Sipinteh atas kelancangan saya.
6.    Setelah sumpah di laksanakan, keluarga ahli waris Sutan Nawi bin Sipenteh dan keluarga ahli waris Idris Bin Sipinteh telah berdamai dan rukun kembali dan saling bermaaf maafan satu dengan yang lain
Demikianlah janji-janji saya bila mana sumpah di maksud telah di laksanakan (dan pasti saya laksanakan) dan akan saya pertanggung jawabkan perjanjian ini secara hukum  perjanjian saya tanda tangani di depan saudara saya  Nazardhi BA bin harum bin sipinteh dan Suhelman bin harum bin sipinteh, secara tenang dan tidak dipaksa

Tanjung Pauh Hilir,   ................................
Saya yang berjanji



A N W A R
Saksi-saksi
1.    Nazardhi    .............
2.    Suhelman        ..................


Friday, October 25, 2019

FORMULIR PEREMAJAAN DATA SAPK

OKE MHD AMIN     October 25, 2019    
FORMULIR DATA SAPK KOTA SUNGAI PENUH
DOWNLOAD

Saturday, October 19, 2019

RPP KURIKULUM K-13 REVISI 2018

OKE MHD AMIN     October 19, 2019    

Pendidikan termasuk ujung tombak kemajuan suatu negara.

UUD No.20 Tahun 2003 Sisdiknas Pasal 3 Pendidikan Nasional berfungsi "mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab"
 
Untuk mencapai tujuan pendidikan,
Kurikulum K-13 merupakan kurikulum pengganti dari kurikulum KTSP 2006. Ranah Kurikulum K-13 lebih menekan kepada Pendidikan Karakter.

Contoh RPP K13
 Kelas  VI        

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)


Satuan Pendidikan             :     SDN No.059/XI Koto Pudung
Kelas / Semester                :     VI (Enam) / 1
Tema 1                               :     Selamatkan Makhluk Hidup
Sub Tema 1                        :     Tumbuhan Sahabatku
Pembelajaran                     :     1
Alokasi Waktu                    :     1 Hari


A.      KOMPETENSI INTI (KI)
KI 1   :  Menerima, menjalankan dan menghargai ajaran agama yang dianutnya.
KI 2   :  Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan tetangganya.
KI 3   :  Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati (mendengar, melihat, membaca dan menanya) dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, sekolah, dan tempat bermain.
KI 4   :  Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis, dan logis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan peri-laku anak beriman dan berakhlak mulia.

B.      KOMPETENSI DASAR (KD)
Bahasa Indonesia
NO
KOMPETENSI DASAR (KD)
INDIKATOR
1
3.1Menyimpulkan informasi berdasarkan teks laporan hasil pengamatan yang didengar dan dibaca.
3.1.1 Menemukan ide pokok dan informasi penting serta menyajikannya dalam bentuk diagram.
2
4.1Menyajikan simpulan secara lisan dan tulis dari teks laporan hasil pengamatan atau wawancara yangdiperkuat oleh bukti.
4.1.1Mengembangkannya dengan menggunakan bahasanya sendiri secara rinci menjadi sebuah tulisan.


IPS
NO
KOMPETENSI DASAR (KD)
INDIKATOR
1
3.1 Mengidentifikasi karakteristik geografis dan kehidupan sosial budaya, ekonomi, politik di wilayah ASEAN.
3.1.1 Menyebutkan kehidupan sosial budaya dari dua negara ASEAN terkait kondisi geografisnya
2
4.1 Menyajikan hasil identifikasi karakteristik geografis dan kehidupan sosial budaya, ekonomi, dan politik di wilayah ASEAN.
4.1.1Menulis laporan tentang perbedaan sosial budaya dari dua negara terkait kondisi geografisnya

IPA
NO
KOMPETENSI DASAR (KD)
INDIKATOR
1
3.1Membandingkan cara perkembangbiakan tumbuhan dan hewan
3.1.1Mengidentifikasi perkembangbiakan generatif melalui gambar yang dibuatnya dan manfaatnya
2
4.1Menyajikan karya tentang perkembangangbiakan tumbuhan.
4.1.1 Melaporkan perkembangbiakan generatif melalui tabel dan manfaatnya

C.      TUJUAN PEMBELAJARAN
1.     Setelah membaca teks tentang perkembangbiakan jagung, siswa mampu menemukan ide pokok dan informasi penting serta menyajikannya dalam bentuk diagram.
2.     Setelah menemukan ide pokok dari bacaan, siswa mampu mengembangkannya dengan menggunakan bahasanya sendiri secara rinci menjadi sebuah tulisan.
3.     Setelah mengamati bunga, siswa mampu mengidentifikasi perkembangbiakan generatif melalui gambar yang dibuatnya dan manfaatnya dengan benar.
4.     Setelah berdiskusi, siswa mampu melaporkan perkembangbiakan generatif melalui tabel dan manfaatnya dengan benar.
5.     Setelah membaca teks tentang ASEAN dan kehidupan sosial budayanya, siswa mampu menyebutkan kehidupan sosial budaya dari dua negara ASEAN terkait kondisi geografisnya dengan benar.
6.     Setelah berdiskusi, siswa mampu menulis laporan tentang perbedaan sosial budaya dari dua negara terkait kondisi geografisnya dengan benar melalui diagram Venn.


v   Karakter siswa yang diharapkan   :
Religius
Nasionalis
Mandiri
Gotong Royong
Integritas

D.         KEGIATAN  PEMBELAJARAN
Kegiatan
Deskripsi Kegiatan
Alokasi Waktu
Pendahuluan
¡   Guru memberikan salam dan mengajak semua siswa berdo’a menurut agama dan keyakinan masing-masing. Religius
¡   Menyanyikan lagu “Indonesia Raya” bersama-sama. dilanjutkan lagu Nasional “Tanah Airku”. Nasionalis
¡   Guru mengecek kesiapan diri dengan mengisi lembar kehadiran dan memeriksa kerapihan pakaian, posisi dan tempat duduk disesuaikan dengan kegiatan pembelajaran.
¡   Pembiasaan Membaca 15 menit. Literasi
¡   Menginformasikan tema yang akan dibelajarkan yaitu tentangSelamatkan Makhluk Hidup”. Nasionalis
¡   Guru menyampaikan tahapan kegiatan yang meliputi kegiatan mengamati, menanya, mengeksplorasi, mengomunikasikan dan menyimpulkan. Communication
10 menit
Inti
§   Guru membawa salah satu jenis tumbuhan yang sering dimanfaatkan sebagai bahan makanan. Misalnya : singkong, ubi jalar, padi, atau yang lainnya.
§   Guru mengajukan pertanyaan, misalnya:
·       Apa yang kalian ketahui tentang tanaman ini?
·       Apa manfaatnya dalam kehidupanmu?
·       Apa yang ingin kalian ketahui tentang tumbuhan sebagai sumber makanan?’
§   Guru kemudian menuliskan jawaban siswa di papan tulis dan menyampaikan bahwa mereka akan belajar tentang tumbuhan dan manusia. Communication
§   Guru mengajak siswa ke luar kelas untuk mengamati lingkungan dan mendiskusikan tumbuhan sebagai sahabat manusia. Siswa dapat menyampaikan manfaat tumbuhan atau interaksi mereka dengan tumbuhan. Creativity and Innovation
§   Siswa diminta untuk mengamati gambar yang ada pada buku pelajaran. Guru memberi waktu sekitar tiga menit.
§   Setiap siswa kemudian menulis pertanyaan dan menukarkannya dengan teman di sebelah, menjawabnya, dan mendiskusikan jawabannya. Collaboration
§   Guru membimbing diskusi, berjalan berkeliling dari kelompok satu ke kelompok lain untuk memastikan bahwa setiap anggota berpartisipasi aktif.
Guru melakukan penilaian terhadap satu kelompok saat mereka berdiskusi. Saat menilai, guru menggunakan rubrik. Siswa yang belum dinilai pada kesempatan ini dapat dinilai saat mereka melakukan diskusi di kesempatan lain. Rubrik dapat dilihat di halaman penilaian. Collaboration
§   Guru mengajak satu atau dua siswa untuk menyampaikan hasil diskusinya, lalu memberi penguatan kepada seluruh siswa mengenai jawaban yang diharapkan. Guru dapat memberi kesempatan kepada seluruh siswa untuk memberikan komentar dari jawaban yang ada. Guru tidak menjawab langsung, namun memberi kesempatan kepada siswa lain untuk mencoba menjawab pertanyaan yang diajukan oleh temannya. Guru dapat menguatkan jawaban-jawaban yang ada. Creativity and Innovation
Jawaban yang diharapkan adalah sebagai berikut.
1.     Hewan dan manusia memperoleh manfaat dari tumbuhan.
2.     Manfaat tumbuhan bagi manusia, antara lain:
·         Sumber energi bagi manusia.
·         Sumber vitamin untuk menjaga kesehatan tubuh.
·         Sumber oksigen untuk bernapas.
·         Pengikat air tanah.
·         Peneduh dan memperindah kehidupan di bumi.
3.     Manfaat tumbuhan bagi hewan, yaitu sebagai sumber energi bagi hewan.
4.     Tumbuhan merupakan sumber bagi kehidupan manusia dan hewan. Tumbuhan adalah produsen penghasil cadangan makanan dan sumber oksigen untuk bernapas dan melindungi bumi dari sengatan sinar matahari.
5.     Beberapa hal yang akan terjadi jika tidak ada tumbuhan adalah manusia dan hewan tidak memiliki sumber makanan dan bumi akan gersang sehingga kehidupan akan berakhir.
§   Siswa melanjutkan kegiatan dengan membaca teks tentang tanaman jagung dalam hati. Mandiri

Bagaimana Jagung Berkembang Biak?
Jagung merupakan salah satu
tanaman yang dijadikan bahan
makanan pokok di berbagai
tempat, juga di Indonesia.
Contohnya, penduduk Pulau
Madura menjadikan jagung sebagai
makanan pokoknya. Jagung
merupakan salah satu tanaman
penghasil karbohidrat yang sangat diperlukan oleh tubuh.
Seorang petani jagung, memulai pembiakan tanamannya dengan menanam biji jagung. Setelah tiga sampai empat hari bakal tanaman akan muncul di permukaan tanah. Tanaman jagung akan terus tumbuh menjadi besar. Tiga hingga tiga setengah bulan, buah jagung dapat dipanen oleh petani. Buah jagung yang berbentuk seperti tongkol pada mulanya berupa sekuntum bunga.
Bunga jagung memiliki helai-helai rambut halus pada bagian ujungnya. Pada helai rambut tersebut terdapat tepung sari. Tepung sari akan terbang terbawa angin ketika angin bertiup. Tepung sari
yang terbawa angin, sebagian akan jatuh di kepala putik yang terletak di bagian bawah bunga pada pohon jagung yang lain. Ketika itulah terjadi pembuahan.
Bunga jagung tersebut terus berkembang hingga menjadi buah jagung. Perkembangan itulah yang dapat diamati dari waktu ke waktu. Buah jagung akan siap dipanen ketika rambut jagung sudah berwarna kecokelatan dan bagian tongkolnya sudah mengering. Apabila buah jagung tersebut dikupas akan memperlihatkan biji jagung yang kekuningan. Bagian yang dimakan oleh manusia adalah biji jagung.
Petani jagung harus menanam kembali sebagian biji jagung dari hasil supaya jagung selalu tersedia sebagai bahan makanan manusia.
panen. Biji jagung yang tua dapat ditanam kembali. Dari sinilah akan dimulai lagi perkembangbiakan jagung.
Oleh: Nuniek
§   Setiap siswa mengisi diagram berdasarkan bacaan.
§   Siswa kemudian mendiskusikan diagramnya dengan teman kelompoknya dan memperbaiki jawabannya apabila perlu. Berdasarkan jawaban tersebut, setiap siswa kemudian mengembangkan isi diagram dengan menggunakan kosakata baku. Collaboration
§   Guru menyampaikan daftar periksa penilaian kepada siswa. Communication
Diagram Venn dinilai dengan menggunakan daftar periksa yang terdapat di halaman penilaian.
§   Siswa mengamati gambar bagian-bagian reproduksi pada bunga dan membaca proses perkembangbiakan generatif.
§   Siswa mengamati proses perkembangbiakan generatif dan manfaat dari perkembangbiakan generatif.
§   Siswa mengamati bagian–bagian bunga sempurna berikut.
§   Siswa mencari informasi dari berbagai sumber mengenai proses perkembangbiakan generatif tumbuhan.
1.     Perkembangbiakan generatif (secara kawin) dilakukan melalui proses penyerbukan dan pembuahan.
2.     Perkembangbiakan generatif pada tumbuhan diawali dengan penyerbukan, yaitu melekatnya atau jatuhnya serbuk sari ke kepala putik.
3.     Setelah terjadi penyerbukan, pada serbuk sari tumbuh buluh serbuk sari yang menuju ke ruang bakal biji. Kemudian serbuk sari akan masuk ke ruang bakal biji melalui buluh serbuk sari.
4.     Di dalam ruang bakal biji terjadi pembuahan, yaitu peleburan serbuk sari (sel kelamin jantan atau spermatozoid) dengan kepala putik (sel kelamin betina atau sel telur).
5.       Hasil dari pembuahan adalah zigot.
6.       Zigot berkembang menjadi lembaga, bakal biji berkembang menjadi biji dan bakal buah, kemudian bakal buah berkembang menjadi daging buah.
7.     Lembaga yang berada di dalam biji merupakan calon tumbuhan baru.
§   Siswa mendiskusikan hasilnya dengan kelompoknya. Collaboration
§   Siswa mencari bunga di lingkungan sekolah dan mengamati bagian-bagiannya. Siswa kemudian menggambar bagian-bagian bunga tersebut.
§   Siswa membandingkan hasil gambarnya dengan gambar teman yang lain.
§   untuk mencari persamaan dan perbedaannya. Jika terdapat perbedaan, siswa diminta menjelaskan perbedaan tersebut.
§   Siswa kemudian menulis manfaat dari perkembangbiakan generatif dan menyerahkannya kepada guru. Critical Thinking and Problem Solving
§   Guru mensosialisasikan daftar periksa kepada siswa.
Diagram Venn dinilai dengan menggunakan daftar periksa yang terdapat di halaman belakang.
§   Setelah siswa membaca teks tentang bunga yang hidup di negara ASEAN, guru dan siswa membahasnya sebentar. Kemudian siswa membaca fakta tentang ASEAN. Guru memberi waktu sekitar tiga menit.
§   Dalam kelompoknya, setiap siswa diminta untuk menyampaikan kondisi geografis negara ASEAN dan kehidupan sosial budayanya. Siswa kemudian diminta untuk menyampaikan bunga yang menjadi bunga nasional di negara ASEAN. Collaboration
§   Guru memberikan penguatan tentang kehidupan sosial budaya Negara ASEAN.
§   Guru meminta siswa memilih dua negara ASEAN yang mereka minati untuk ditulis. Guru menyampaikan bahwa setelah mereka belajar tentang negara ASEAN, semua siswa harus menulis informasi tentang kedua negara tersebut secara lengkap. Mereka akan mencari informasi secara bertahap. Creativity and Innovation
§   Pada pertemuan ini siswa hanya membandingkan kehidupan social budaya dari dua negara. Mereka dapat memasukkan informasi tentang bunga di dalam diagram Venn (nama bunga, nama sebutan bunga, kapan dimanfaatkan, di mana tumbuh, dll).
Diagram Venn dinilai dengan menggunakan daftar periksa yang terdapat di halaman penilaian.
§   Siswa melakukan refleks  dengan menjawab pertanyaan yang terdapat dalam buku siswa.
§   Guru dapat menambahkan pertanyaan refleksi berdasarkan panduan yang terdapat pada lampiran di Buku Guru.
150 menit
Penutup
¡   Bersama-sama siswa membuat kesimpulan / rangkuman hasil belajar selama sehari Integritas
¡   Bertanya jawab tentang materi yang telah dipelajari (untuk mengetahui hasil ketercapaian materi)
¡   Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk menyampaikan pendapatnya tentang pembelajaran yang telah diikuti.
¡   Melakukan penilaian hasil belajar
¡   Menyanyikan lagu daerah “Ampar-Ampar Pisang”
¡   Mengajak semua siswa berdo’a menurut agama dan keyakinan masing-masing (untuk mengakhiri kegiatan pembelajaran) Religius
15 menit

E.      SUMBER DAN  MEDIA PEMBELAJARAN
¡  Buku Pedoman Guru Tema : Selamatkan Makhluk Hidup Kelas 6 (Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013, Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2018).
¡  Buku Siswa Tema : Selamatkan Makhluk Hidup Kelas 6 (Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013, Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2018).
¡  Tumbuhan.

F.      MATERI PEMBELAJARAN
§  Menemukan informasi dan ide pokok dari teks laporan dan mengisi peta pikiran yang sediakan. Mengembangkan informasi dan ide pokok dalam bentuk tulisan.
§  Mengamati tanaman dengan perkembangbiakan generative dan manfaatnya.
§  Menemukan persamaan dan perbedaan karakteristik dua Negara ASEAN terkait kondisi sosial budaya

G.         METODE PEMBELAJARAN
¡  Pendekatan          : Saintifik
¡  Metode                :  Permainan/simulasi, diskusi, tanya jawab, penugasan dan ceramah



H.         Penilaian
1. Penilaian Sikap
2. Penilaian Pengetahuan
3. Penilaian Ketrampilan
Keterangan:
K (Kurang) : 1,  C (Cukup) : 2, B (Baik) : 3, SB (Sangat Baik) : 4


Mengetahui
Kepala Sekolah




UNGGUL TAUFIK,S.Pd
NIP. 1970 12241997031004
…………, ………….2019
Guru Kelas VI




MUHAMMAD AMIN,S.Pd
NIP. 19840618201001 1 014









RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)


Satuan Pendidikan              :    SDN NO.059/XI KOTO PUDUNG
Kelas / Semester                :    VI (Enam) / 1
Tema 1                               :    Selamatkan Makhluk Hidup
Sub Tema 1                        :    Tumbuhan Sahabatku
Pembelajaran                      :    2
Alokasi Waktu                    :    1 Hari


A.      KOMPETENSI INTI (KI)
KI 1   :  Menerima, menjalankan dan menghargai ajaran agama yang dianutnya.
KI 2   :  Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan tetangganya
KI 3   :  Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati (mendengar, melihat, membaca dan menanya ) dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, sekolah, dan tempat bermain.
KI 4   :  Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis, dan logis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan peri-laku anak beriman dan berakhlak mulia


B.      KOMPETENSI DASAR (KD)
PPKn
NO
KOMPETENSI DASAR (KD)
INDIKATOR
1
1.1 Bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas nilainilai Pancasila secara utuh sebagai satu kesatuan dalam kehidupan sehari-hari .
1.1.1Memahami tiga contoh pelaksanaan sila kesatu dan kedua dari sila Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
2
2.1 Bersikap penuh tanggung jawab sesuai nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
2.1.1 Melakukan dua kegiatan yang sesuai dengan sila kesatu dan kedua dari sila Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
3
3.1 Menganalisis penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehdupan sehari-hari
3.1.1Menemukan tiga contoh pelaksanaan sila kesatu dan kedua dari sila Pancasila dalam kehidupan sehari-hari
4
4.1Menyajikan hasil analisis pelaksanaan nilai-nilaiPancasila dalam kehidupan sehari-hari.
4.1.1  Menerapkan dua kegiatan yang sesuai dengan sila kesatu dan kedua dari sila Pancasila dalam kehidupan sehari-hari

SBdP
NO
KOMPETENSI DASAR (KD)
INDIKATOR
1
3.4 Memahami patung.
3.4.1 Menyebutkan berbagai patung dan cara pembuatannya serta keterampilan yang dibutuhkan.
2
4.4 Membuat patung.
4.4.1 Membuat model patung

C.      TUJUAN PEMEBALAJARAN
1.     Setelah mendiskusikan cerita, siswa mampu menemukan tiga contoh pelaksanaan sila kesatu dan kedua dari sila Pancasila dalam kehidupan sehari-hari dengan benar.
2.     Setelah berdiskusi, siswa mampu menerapkan dua kegiatan yang sesuai dengan sila kesatu dan kedua dari sila Pancasila dalam kehidupan sehari-hari dengan benar.
3.     Setelah mengamati berbagai contoh patung Nusantara, siswa mampu menyebutkan berbagai patung dan cara pembuatannya serta keterampilan yang dibutuhkan.
4.     Dengan menggunakan bahan tanah liat, lilin malam, atau adonan plastisin, siswa mampu membuat model patung.

v   Karakter siswa yang diharapkan   :
Religius
Nasionalis
Mandiri
Gotong Royong
Integritas


D.      KEGIATAN  PEMBELAJARAN
Kegiatan
Deskripsi Kegiatan
Alokasi Waktu
Pendahuluan
¡   Guru memberikan salam dan mengajak semua siswa berdo’a menurut agama dan keyakinan masing-masing. Religius
¡   Menyanyikan lagu “Indonesia Raya” bersama-sama. dilanjutkan lagu Nasional “Bagimu Negeri (Padamu Negeri)”. Nasionalis
¡   Guru mengecek kesiapan diri dengan mengisi lembar kehadiran dan memeriksa kerapihan pakaian, posisi dan tempat duduk disesuaikan dengan kegiatan pembelajaran.
¡   Pembiasaan Membaca 15 menit. Literasi
¡   Menginformasikan tema yang akan dibelajarkan yaitu tentangSelamatkan Makhluk Hidup”. Nasionalis
¡   Guru menyampaikan tahapan kegiatan yang meliputi kegiatan mengamati, menanya, mengeksplorasi, mengomunikasikan dan menyimpulkan. Communication
10 menit
Inti
§  Di akhir kegiatan, guru bersama siswa mendiskusikan kembali pengamalan nilai Pancasila. Nasionalis
Nilai-nilai yang terkandung dalam sila “Ketuhanan Yang Maha Esa” sebagai berikut.
1.  Takwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa
2.  Toleransi, penghormatan kepada agama atau kepercayaan lain
3.  Kerukunan antarumat beragama
Nilai-nilai yang terkandung dalam sila “Kemanusian yang adil dan beradab” sebagai berikut.
1.   Persamaan derajat
2.   Menghargai hak asasi manusia
3.   Solidaritas setia kawan antarsesama manusia
4.   Perdamaian
§  Siswa melanjutkan kegiatan dengan mengamati gambar dan mencocokkannya dengan nilai-nilai yang diminta. Guru memberi waktu sekitar 2 menit dan mendiskusikannya. Satu orang siswa bisa menyampaikan hasilnya dan guru dapat memberi penguatan. Communication
§  Siswa secara individu harus menemukan contoh pengamalan sila kesatu dan kedua dalam kehidupan sehari-hari dan penerapannya. Mandiri
§  Guru menerangkan daftar periksa yang akan digunakan dalam penilaian.
Tulisan siswa dinilai dengan daftar periksa yang terdapat di halaman penilaian.
§  Guru menyampaikan bahwa hasil karya seni rupa dari gerabah dibuat dalam berbagai bentuk. Salah satunya adalah patung Nusantara dari tanah liat. Patung-patung tersebut sangat diminati, baik oleh wisatawan lokal maupun mancanegara. Communication
§  Siswa mengamati kerajinan patung tanah liat Nusantara dari Kasongan, Yogyakarta.
§  Siswa mendiskusikan pertanyaan yang terdapat dalam buku siswa. Guru berkeliling untuk memastikan bahwa semua siswa aktif.

Proses Pembuatan Patung Nusantara dari Tanah Liat
Pembuatan patung tanah liat dapat dilakukan dengan teknik cetak tekan maupun ukir. Untuk teknik cetak tekan dan ukir, sebaiknya menggunakan tanah liat plastis. Jangan menggunakan tanah yang terlalu lembek karena akan menyulitkan untuk memperoleh bentuk yang tepat, rapi, dan jelas.
Tanah liat yang terlalu lembek akan lengket pada cetakan gips sehingga sulit diangkat dari cetakan dan sulit untuk diukir.
§  Setelah mengamati berbagai patung Nusantara dari tanah liat, siswa membuat patung dari tanah liat yang disesuaikan dengan budaya daerah mereka masing-masing. Mandiri
§  Sebelum membuat patung, siswa ditugaskan memperhatikan hal-hal berikut.
Untuk membuat patung Nusantara, siswa dapat menggunakan tanah liat yang ditemukan di sekitar tempat tinggal mereka. Jika di sekitar siswa tidak terdapat tanah liat, siswa bisa membuat sendiri adonan dari tepung dengan langkah-langkah sebagai berikut.
Cara Membuat Adonan Platisin
Bahan-bahan:
·         2 cangkir terigu
·         ½ cangkir garam
·         2 sendok makan minyak sayur
·         1 ½ cangkir air hangat
·         Pewarna makanan
Cara membuat:
1.     Campurkan terigu, garam dan minyak sayur dalam wadah.
2.     Masukkan air hangat secara bertahap hingga adonan menjadi liat, tidak lembek.
3.     Gulung dan remas-remas adonan hingga bercampur dengan sempurna.
4.     Bagi adonan menjadi beberapa bagian. Buatlah lubang di tengahnya dan teteskan pewarna makanan. Kemudian gulung-gulung adonan hingga warna tercampur warna.
§  Siswa mencoba membuat bentuk model dengan menggunakan bahan. Kegiatan ini adalah untuk memberikan kesempatan kepada siswa untuk berlatih agar terbiasa dengan bahan dan dengan kelenturan tangan.
Kegiatan siswa dicatat dengan menggunakan catatan anekdot.
§  Siswa melakukan perenungan dengan menjawab pertanyaan yang terdapat dalam Buku Siswa.
§  Guru dapat menambahkan pertanyaan perenungan berdasarkan panduan yang terdapat pada lampiran Buku Guru.
150 menit
Penutup
¡   Bersama-sama siswa membuat kesimpulan / rangkuman hasil belajar selama sehari Integritas
¡   Bertanya jawab tentang materi yang telah dipelajari (untuk mengetahui hasil ketercapaian materi)
¡   Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk menyampaikan pendapatnya tentang pembelajaran yang telah diikuti.
¡   Melakukan penilaian hasil belajar
¡   Menyanyikan lagu daerah “Anak Kambing Saya”
¡   Mengajak semua siswa berdo’a menurut agama dan keyakinan masing-masing (untuk mengakhiri kegiatan pembelajaran) Religius
15 menit


E.      SUMBER DAN  MEDIA PEMBELAJARAN
¡  Buku Pedoman Guru Tema : Selamatkan Makhluk Hidup Kelas 6 (Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013, Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2018).
¡  Buku Siswa Tema : Selamatkan Makhluk Hidup Kelas 6 (Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013, Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2018).
¡  Kertas HVS
¡  Tanah liat/lilin malam/bahan untuk membuat plastisin (terigu, garam, air, minyak sayur)
¡  Patung Nusantara (apabila ada)

F.      MATERI
§  Mengidentifikasi sikap yang mencerminkan sila ke-1 dan ke-2 serta menyebutkan langkah perbaikan atas sikap yang belum mencerminkan sikap dari kedua sila.
§  Mendiskusikan patung nusantara, membuat adonan mainan, dan mencobanya untuk membuat bentuk patung.

G.      METODE PEMBELAJARAN
¡  Pendekatan          : Saintifik
¡  Metode                :  Permainan/simulasi, diskusi, tanya jawab, penugasan dan ceramah

H.      PENILAIAN
1. Penilaian Sikap
2. Penilaian Pengetahuan
3. Penilaian Ketrampilan
Keterangan:
K (Kurang) : 1,  C (Cukup) : 2, B (Baik) : 3, SB (Sangat Baik) : 4

Mengetahui
Kepala Sekolah




UNGGUL TAUFIK,S.Pd
NIP. 1970 12241997031004
…………, ………….2019
Guru Kelas VI




MUHAMMAD AMIN,S.Pd
NIP. 19840618201001 1 014


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)


Satuan Pendidikan             :     SDN NO.059/XI KOTO PUDUNG
Kelas / Semester                :     VI (Enam) / 1
Tema 1                               :     Selamatkan Makhluk Hidup
Sub Tema 1                        :     Tumbuhan Sahabatku
Pembelajaran                     :     3
Alokasi Waktu                    :     1 Hari


A.      KOMPETENSI INTI (KI)
KI 1   :  Menerima, menjalankan dan menghargai ajaran agama yang dianutnya.
KI 2   :  Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan tetangganya
KI 3   :  Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati (mendengar, melihat, membaca dan menanya ) dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, sekolah, dan tempat bermain.
KI 4   :  Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis, dan logis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan peri-laku anak beriman dan berakhlak mulia

B.      KOMPETENSI DASAR (KD)

BAHASA INDONESIA
NO
KOMPETENSI DASAR (KD)
INDIKATOR
1
3.1Menyimpulkan informasi berdasarkan teks laporan hasil pengamatan yang didengar dan dibaca.
3.1.1 Menemukan ide pokok dengan bantuan diagram.
2
4.1 Menyajikan simpulan secara lisan dan tulis dari teks laporan hasil pengamatan atau wawancara yang diperkuat oleh bukti.
4.1.1Mengembangkannya dengan menggunakan bahasanya sendiri secara rinci


IPA
NO
KOMPETENSI DASAR (KD)
INDIKATOR
1
3.1Membandingkan cara perkembangbiakan tumbuhan dan hewan.
3.1.1Mengidentifikasi cara perkembangbiakan vegetatif pada tumbuhan dan manfaatnya
2
4.1Menyajikan karya tentang perkembangangbiakan tumbuhan.
4.1.1Menyampaikan cara perkembangbiakan vegetatif pada tumbuhan dan manfaatnya melalui tabel

C.      TUJUAN PEMBALAJARAN
1.     Setelah mengamati dan mencari informasi, siswa mampu mengidentifikasi cara perkembangbiakan vegetatif pada tumbuhan dan manfaatnya dengan benar.
2.     Setelah berdiskusi, siswa mampu menyampaikan cara perkembangbiakan vegetatif pada tumbuhan dan manfaatnya melalui tabel dengan benar.
3.     Setelah membaca teks tentang “Tumbuhan Sumber Kehidupan”, siswa mampu menemukan ide pokok dengan bantuan diagram.
4.     Setelah menemukan ide pokok dari bacaan, siswa mampu mengembangkannya dengan menggunakan bahasanya sendiri secara rinci.

v   Karakter siswa yang diharapkan   :
Religius
Nasionalis
Mandiri
Gotong Royong
Integritas

D.      KEGIATAN  PEMBELAJARAN
Kegiatan
Deskripsi Kegiatan
Alokasi Waktu
Pendahuluan
¡   Guru memberikan salam dan mengajak semua siswa berdo’a menurut agama dan keyakinan masing-masing. Religius
¡   Menyanyikan lagu “Indonesia Raya” bersama-sama. dilanjutkan lagu Nasional “Bangun Pemudi Pemuda”. Nasionalis
¡   Guru mengecek kesiapan diri dengan mengisi lembar kehadiran dan memeriksa kerapihan pakaian, posisi dan tempat duduk disesuaikan dengan kegiatan pembelajaran.
¡   Pembiasaan Membaca 15 menit. Literasi
¡   Menginformasikan tema yang akan dibelajarkan yaitu tentangSelamatkan Makhluk Hidup”.
¡   Guru menyampaikan tahapan kegiatan yang meliputi kegiatan mengamati, menanya, mengeksplorasi, mengomunikasikan dan menyimpulkan. Integritas
10 menit
Inti
§  Guru menunjukkan buah atau sayuran yang dibawanya (yang berkembang biak secara vegetatif : bawang, pisang, wortel, atau lainnya). Guru dapat meminta siswa untuk menulis pertanyaan terkait tumbuhan/sayuran yang mereka lihat terkait perkembangbiakannya. Creativity and Innovation
§  Setiap siswa mendiskusikan pertanyaan yang ditulisnya dalam kelompok. Collaboration
Guru berkeliling untuk memberikan bantuan saat siswa berdiskusi. Guru bisa memberikan pertanyaan pancingan
apabila diskusi tidak berjalan lancar.
Guru melakukan penilaian terhadap satu kelompok saat mereka berdiskusi. Saat menilai, guru menggunakan rubrik. Siswa yang belum dinilai pada kesempatan ini
dapat dinilai saat mereka melakukan diskusi di kesempatan lain. Rubrik ada di halaman belakang.
§  Guru menginformasikan kepada siswa bahwa mereka akan belajar tentang perkembangbiakan tumbuhan secara vegetatif. Communication
§  Siswa memulai kegiatan dengan melakukan pengamatan gambar yang ada pada buku pelajaran dan melakukan diskusi setelahnya. Guru kembali berkeliling untuk memberikan motivasi.
§  Siswa dapat menambah pengetahuan mereka dengan meminta mereka untuk membaca buku di perpustakaan atau teks yang telah disiapkan tentang perkembangbiakan secara vegetatif (apabila tersedia). Apabila tidak memiliki sumber tersebut, guru dapat mendatangkan nara sumber dari orang tua. Critical Thinking and Problem Solving
§  Setelah mengamati tumbuhan di lingkungan sekolah, siswa mengisi tabel pada buku dan menulis manfaat perkembangbiakan secara vegetatif.
 Nama Tanaman
Cara Berkembang Biak
Penjelasan/Keterangan
Pisang
Tunas
Pohon Pisang memiliki anakan yang disebut tunas.












Tabel dan tulisan dinilai dengan daftar periksa yang terdapat di halaman penilaian.
§  Siswa melanjutkan kegiatan dengan membaca teks dan menulis ide pokoknya dengan mengisi diagram.

Tumbuhan Sumber Kehidupan
Indonesia adalah negara kepulauan yang terletak di garis Khatulistiwa. Indonesia memiliki dataran tinggi, dataran rendah, dan perairan. Dataran rendah adalah daratan yang memiliki ketinggian 0-200 m di atas permukaan laut. Hampir semua ibu kota propinsi di Indonesia terletak di dataran rendah. Tumbuhan di dataran rendah adalah padi, palawija, dan tebu.
Wilayah pantai termasuk dataran rendah. Indonesia memiliki banyak pantai karena negara kita terdiri atas ribuan pulau. Tumbuhan di wilayah pantai adalah kelapa, bakau, dan ganggang.
Dataran tinggi adalah daratan luas dengan ketinggian lebih dari 200 m di atas permukaan laut. Beberapa dataran tinggi di Indonesia adalah dataran tinggi Dieng (Jawa Tengah), dataran tinggi Malang dan dataran tinggi
Tengger (Jawa Timur), dataran tinggi Alas (Aceh), dan dataran tinggi Bone (Sulawesi Selatan). Jenis tumbuhan di dataran tinggi adalah teh, kopi, cengkeh, buah-buahan, dan sayuran.
Dapatkah kamu menemukan jenis tumbuhan lain yang terdapat di dataran tinggi dan dataran rendah?
Oleh: Nuniek
Tara Salvia
§  Siswa menulis ide pokok pada diagram yang tersedia.
§  Siswa mendiskusikan hasilnya dengan teman kelompok dan membuat perbaikan yang perlu. Setelah itu mereka mengembangkannya dengan kalimat sendiri. Collaboration
Diagram dinilai dengan menggunakan daftar periksa yang ada di halaman penilaian.
§  Siswa melakukan perenungan dengan menjawab pertanyaan yang terdapat dalam Buku Siswa.
§  Guru dapat menambahkan pertanyaan perenungan berdasarkan panduan yang terdapat pada lampiran Buku Guru.
150 menit
Penutup
¡   Bersama-sama siswa membuat kesimpulan / rangkuman hasil belajar selama sehari Integritas
¡   Bertanya jawab tentang materi yang telah dipelajari (untuk mengetahui hasil ketercapaian materi)
¡   Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk menyampaikan pendapatnya tentang pembelajaran yang telah diikuti.
¡   Melakukan penilaian hasil belajar
¡   Menyanyikan lagu daerah “Apuse”
¡   Mengajak semua siswa berdo’a menurut agama dan keyakinan masing-masing (untuk mengakhiri kegiatan pembelajaran) Religius
15 menit

E.      SUMBER DAN  MEDIA PEMBELAJARAN
§    Buku Pedoman Guru Tema : Selamatkan Makhluk Hidup Kelas 6 (Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013, Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2018).
§    Buku Siswa Tema : Selamatkan Makhluk Hidup Kelas 6 (Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013, Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2018).
§    Wortel, umbi kayu, atau pisang

E.      MATERI
  • Mengamati tanaman di sekitar terkait perkembangbiakan vegetatif dan manfaatnya
  • Menemukan ide pokok, informasi, mencatatnya pada peta pikiran, dan mengembangkannya melalui tulisan.

F.      METODE PEMBELAJARAN
¡  Pendekatan          : Saintifik
¡  Metode                :  Permainan/simulasi, diskusi, tanya jawab, penugasan dan ceramah

H.      PENILAIAN
1. Penilaian Sikap
2. Penilaian Pengetahuan
3. Penilaian Ketrampilan



Mengetahui
Kepala Sekolah




UNGGUL TAUFIK,S.Pd
NIP. 1970 12241997031004
Koto Pudung………….2019
Guru Kelas VI




MUHAMMAD AMIN,S.Pd
NIP. 19840618201001 1 014


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

Satuan Pendidikan             :     SDN NO.059/XI KOTO PUDUNG
Kelas / Semester                :     VI (Enam) / 1
Tema 1                               :     Selamatkan Makhluk Hidup
Sub Tema 1                        :     Tumbuhan Sahabatku
Pembelajaran                     :     4
Alokasi Waktu                    :     1 Hari
Hari / Tgl Pelaksanaan:      ..................... / ........................

A.      KOMPETENSI INTI (KI)
KI 1   :  Menerima, menjalankan dan menghargai ajaran agama yang dianutnya.
KI 2   :  Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan tetangganya
KI 3   :  Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati (mendengar, melihat, membaca dan menanya ) dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, sekolah, dan tempat bermain.
KI 4   :  Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis, dan logis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan peri-laku anak beriman dan berakhlak mulia

B.      KOMPETENSI DASAR (KD)
PPKn
NO
KOMPETENSI DASAR (KD)
INDIKATOR
1
1.1  Bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas nilainilai Pancasila secara utuh sebagai satu kesatuan dalam kehidupan sehari-hari .
1.1.1Memahami tiga contoh pelaksanaan sila ketiga dari sila Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
2
2.1   Bersikap penuh tanggung jawab sesuai nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
2.1.1Melakukan refleksi terkait penerapan sila ketiga dari sila Pancasila.
3
3.1 Menganalisis penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehdupan sehari-hari
3.1.1Menemukan tiga contoh pelaksanaan sila ketiga dari sila Pancasila dalam kehidupan sehari-hari
4
4.1    Menyajikan hasil analisis pelaksanaan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
4.1.1Melakukan refleksi terkait penerapan sila ketiga dari sila Pancasila
BAHASA INDONESIA
NO
KOMPETENSI DASAR (KD)
INDIKATOR
1
3.1Menyimpulkan informasi berdasarkan teks laporan hasil pengamatan yang didengar dan dibaca.
3.1.1Menyebutkan ciri-ciri kesimpulan yang baik
2
4.1 Menyajikan simpulan secara lisan dan tulis dari teks laporan hasil pengamatan atau wawancara yang diperkuat oleh bukti.
4.1.1Merumuskan komponen kesimpulan yang baik

C.      TUJUAN PEMEBALAJARAN
1.     Setelah membaca contoh beberapa kesimpulan, siswa mampu menyebutkan ciri-ciri kesimpulan yang baik dengan benar.
2.     Setelah berdiskusi, siswa mampu merumuskan komponen kesimpulan yang baik dengan benar.
3.     Setelah mengamati gambar situasi, siswa mampu menemukan tiga contoh pelaksanaan sila ketiga dari sila Pancasila dalam kehidupan sehari-hari dengan benar.
4.     Setelah berdiskusi, siswa mampu melakukan refleksi terkait penerapan sila ketiga dari sila Pancasila dengan benar.


v   Karakter siswa yang diharapkan   :
Religius
Nasionalis
Mandiri
Gotong Royong
Integritas

D.      KEGIATAN  PEMBELAJARAN
Kegiatan
Deskripsi Kegiatan
Alokasi Waktu
Pendahuluan
§  Guru memberikan salam dan mengajak semua siswa berdo’a menurut agama dan keyakinan masing-masing. Religius
§  Menyanyikan lagu “Indonesia Raya” bersama-sama. dilanjutkan lagu Nasional “Berkibarlah Benderaku”. Nasionalis
§  Guru mengecek kesiapan diri dengan mengisi lembar kehadiran dan memeriksa kerapihan pakaian, posisi dan tempat duduk disesuaikan dengan kegiatan pembelajaran.
§  Pembiasaan Membaca 15 menit. Literasi
§  Menginformasikan tema yang akan dibelajarkan yaitu tentang ”Selamatkan Makhluk Hidup”. Integritas
§  Guru menyampaikan tahapan kegiatan yang meliputi kegiatan mengamati, menanya, mengeksplorasi, mengomunikasikan dan menyimpulkan. Communication
10 menit
Inti
Guru menunjukkan tumbuhan dalam pot dan mengajak siswa untuk memberikan pendapatnya tentang manfaat-manfaat tumbuhan.
Mengingat manfaatnya yang banyak, siswa diajak untuk menjaga tumbuhan di sekitar.
Siswa mengerjakan tugas yang ada di buku pelajaran tentang manfaat tumbuhan dalam kehidupan, yaitu sebagai sumber oksigen.
§  Siswa membaca instruksi yang ada di buku teks dan membaca teks bacaan.
§  Guru mengajak siswa membaca paragraf I dalam hati dan membaca kesimpulan yang ada di buku. Guru mengajak siswa menemukan ciri-ciri kesimpulan yang baik. Seorang siswa dapat menyampaikan pendapatnya dan guru memberikan penguatan. Critical Thinking and Problem Solving
§  Guru melanjutkan kegiatan untuk paragraf kedua dengan kegiatan yang sama.
§  Setiap siswa diminta untuk membuat ciri-ciri kesimpulan yang baik. Pekerjaan siswa diperlihatkan kepada guru.
§  Guru memberikan informasi tentang daftar periksa yang akan digunakan untuk menilai pekerjaan siswa. Communication
§  Guru memberikan penguatan tentang apa yang dimaksud dengan kesimpulan yang baik.
Kesimpulan yang baik berisikan:
·      pesan yang ingin disampaikan kepada pembaca
·      intisari dari tulisan
·      dimulai dari khusus ke umum
·      menggunakan kosakata baku
·      suatu pernyataan yang dibuat berdasarkan ide pokok dan kata kunci dari kalimat penjelas dengan kalimat sendiri.
Tulisan siswa dinilai dengan menggunakan daftar periksa yang terdapat di halaman penilaian.
§  Siswa melanjutkan kegiatan dengan mengamati gambar dan menjawab pertanyaan dan mendiskusikannya dengan teman kelompoknya. Collaboration
§  Guru mendiskusikan jawaban siswa secara klasikal. Guru meminta salah seorang dari siswa untuk mempresentasikan hasilnya. Siswa lain bisa memberikan komentar atau mempertanyakan isi dari yang dipresentasikan.
§  Siswa secara individu harus menemukan contoh pengamalan sila ketiga dalam kehidupan sehari-hari dan penerapannya. Mandiri
§  Guru menerangkan daftar periksa yang akan digunakan dalam penilaian.
§  Di akhir kegiatan, guru bersama siswa mendiskusikan kembali tentang pengamalan nilai Pancasila terkait sila ketiga. Integritas
Tulisan dinilai dengan daftar periksa yang terdapat di halaman penilaian.
§  Siswa membaca soal matematika tentang kentang. Pada kegiatan ini siswa harus menemukan bentuk operasi hitung campuran terkait urutan operasi hitungnya.
§  Soal pertama dikerjakan secara individu dan siswa membahasnya dengan teman kelompoknya. Guru meminta seorang siswa untuk menyampaikan hasilnya dan memberi penguatan terkait proses hitungnya. Siswa kemudian diminta untuk membetulkan jawabannya apabila perlu. Critical Thinking and Problem Solving
§  Kegiatan menyelesaikan soal selanjutnya dilakukan dengan kegiatan yang sama.
§  Setiap siswa atau dikerjakan dalam kelompok, membuat soal cerita yang melibatkan operasi hitung campuran dan ditukarkan dengan tiga teman atau kelompok. Soal tersebut harus dijawab. Guru harus mengecek soal siswa dan memberi masukan sebelum dijawab. Collaboration
§  Guru membimbing terkait bentuk operasi hitung campuran.
Jawaban siswa dinilai dengan menggunakan skor dengan penjelasan di halaman penilaian.
§  Siswa melakukan perenungan dengan menjawab pertanyaan yang terdapat dalam Buku Siswa.
§  Guru dapat menambahkan pertanyaan perenungan berdasarkan panduan yang terdapat pada lampiran di Buku Guru.
150 menit
Penutup
¡   Bersama-sama siswa membuat kesimpulan / rangkuman hasil belajar selama sehari Integritas
¡   Bertanya jawab tentang materi yang telah dipelajari (untuk mengetahui hasil ketercapaian materi)
¡   Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk menyampaikan pendapatnya tentang pembelajaran yang telah diikuti.
¡   Melakukan penilaian hasil belajar
¡   Menyanyikan lagu daerah “Burung Tantina”
¡   Mengajak semua siswa berdo’a menurut agama dan keyakinan masing-masing (untuk mengakhiri kegiatan pembelajaran) Religius
15 menit

E.      SUMBER DAN  MEDIA PEMBELAJARAN
¡  Buku Pedoman Guru Tema : Selamatkan Makhluk Hidup Kelas 6 (Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013, Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2018).
¡  Buku Siswa Tema : Selamatkan Makhluk Hidup Kelas 6 (Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013, Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2018).
¡  Tumbuhan dalam pot.
F.      MATERI
§   Membuat kesimpulan dari teks yang dibaca
§   Menemukan sikap yang mencerminkan sila ke-3 dan merefleksi sikap diri yang belum sesuai dengan sila tersebut dan usaha untuk memperbaikinya.

G.      METODE PEMBELAJARAN
¡  Pendekatan          : Saintifik
¡  Metode                :  Permainan/simulasi, diskusi, tanya jawab, penugasan dan ceramah

H.      PENILAIAN
1. Penilaian Sikap
2. Penilaian Pengetahuan
3. Penilaian Ketrampilan




Mengetahui
Kepala Sekolah




UNGGUL TAUFIK,S.Pd
NIP. 1970 12241997031004
Koto Pudung………….2019
Guru Kelas VI




MUHAMMAD AMIN,S.Pd
NIP. 19840618201001 1 014











RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)


Satuan Pendidikan             :     SDN NO.059/XI KOTO PUDUNG
Kelas / Semester                :     VI (Enam) / 1
Tema 1                               :     Selamatkan Makhluk Hidup
Sub Tema 1                        :     Tumbuhan Sahabatku
Pembelajaran                     :     5
Alokasi Waktu                    :     1 Hari

A.      KOMPETENSI INTI (KI)
KI 1   :  Menerima, menjalankan dan menghargai ajaran agama yang dianutnya.
KI 2   :  Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan tetangganya
KI 3   :  Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati (mendengar, melihat, membaca dan menanya ) dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, sekolah, dan tempat bermain.
KI 4   :  Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis, dan logis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan peri-laku anak beriman dan berakhlak mulia

B.      KOMPETENSI DASAR (KD)

IPS
NO
KOMPETENSI DASAR (KD)
INDIKATOR
1
3.1 Mengidentifikasi karakteristik geografis dan kehidupan sosial budaya, ekonomi, politik di wilayah ASEAN.
3.1.1 Menyebutkan kehidupan sosial budaya dari dua negara terkait kondisi geografisnya
2
4.1 Menyajikan hasil identifikasi karakteristik geografis dan kehidupan sosial budaya, ekonomi, dan politik di wilayah ASEAN.
4.1.1 Menulis laporan tentang perbedaan sosial budaya dari dua negara terkait kondisi geografisnya

SBdP
NO
KOMPETENSI DASAR (KD)
INDIKATOR
1
3.4 Memahami patung.

3..4.1 Menemukan cara membuat patung
2
4.4 Membuat patung.
4.4.1 Mencoba membuat patung dengan lebih terampil.

C.      TUJUAN PEMEBALAJARAN
1.     Setelah membaca teks tentang ASEAN dan kondisi geografisnya, siswa mampu menyebutkan kehidupan sosial budaya dari dua negara terkait kondisi geografisnya dengan benar.
2.     Setelah berdiskusi, siswa mampu menulis laporan tentang perbedaan sosial budaya dari dua negara terkait kondisi geografisnya dengan benar melalui diagram Venn.
3.     Setelah melakukan uji coba dengan bahan patung, siswa mampu menemukan cara membuat patung dengan tepat.
4.     Dengan menggunakan bahan tanah liat, lilin malam, atau adonan, siswa mampu mencoba membuat patung dengan lebih terampil.

v   Karakter siswa yang diharapkan   :
Religius
Nasionalis
Mandiri
Gotong Royong
Integritas

D.      KEGIATAN  PEMBELAJARAN
Kegiatan
Deskripsi Kegiatan
Alokasi Waktu
Pendahuluan
¡   Guru memberikan salam dan mengajak semua siswa berdo’a menurut agama dan keyakinan masing-masing. Religius
¡   Menyanyikan lagu “Indonesia Raya” bersama-sama. dilanjutkan lagu Nasional “Gugur Bunga”. Nasionalis
¡   Guru mengecek kesiapan diri dengan mengisi lembar kehadiran dan memeriksa kerapihan pakaian, posisi dan tempat duduk disesuaikan dengan kegiatan pembelajaran.
¡   Pembiasaan Membaca 15 menit. Literasi
¡   Menginformasikan tema yang akan dibelajarkan yaitu tentangSelamatkan Makhluk Hidup”. Integritas
¡   Guru menyampaikan tahapan kegiatan yang meliputi kegiatan mengamati, menanya, mengeksplorasi, mengomunikasikan dan menyimpulkan. Communication
10 menit
Inti
Guru menempel peta ASEAN di papan tulis dan mendiskusikan wilayahnya.
§  Di awal pembelajaran, guru meminta siswa untuk melanjutkan pekerjaan mereka terkait negara ASEAN. Siswa membuka kembali catatan yang ada pada diagram Venn-nya.
§  Guru mengingatkan siswa untuk membaca informasi terlebih dahulu tentang kondisi geografis negara ASEAN. Kemudian guru menawarkan siswa untuk mencari informasi lebih dari guru atau bahan bacaan lain apabila tersedia.
§  Guru menunjukkan daftar periksa yang akan digunakan untuk menilai pekerjaan siswa.
§  Guru kemudian mengajak siswa untuk berdiskusi tentang hasil pekerjaannya. Gotong Royong
Diagram Venn dinilai dengan menggunakan daftar periksa yang terdapat di halaman penilaian.
§  Siswa diingatkan untuk mengambil bahan patung dan melanjutkan membuat model patung sederhana dengan bahan yang ada agar terbiasa dan keterampilan mereka semakin bertambah baik.
§  Apabila di pembelajaran dua siswa sudah dapat membuat patung dengan baik, maka siswa dapat mencoba membuat patung dengan bentuk lainnya.
§  Guru mengingatkan siswa bahwa membuat patung dibutuhkan kelenturan tangan yang baik dan kesabaran serta kedisiplinan.
§  Guru berkeliling kelas untuk mengamati kegiatan siswa dan memberikan bantuan apabila mereka membutuhkan. Critical Thinking and Problem Solving
§  Setelah selesai dengan kegiatan, siswa diingatkan untuk menjaga kebersihan dan mengembalikan pekerjaannya pada tempat semula.
§  Siswa melanjutkan kegiatan dengan membaca soal cerita. Guru mengingatkan mereka untuk membacanya dengan seksama dan menjawab soal dengan cermat.
§  Setiap soal dinilai oleh guru.
Guru melakukan penilaian terhadap satu kelompok saat mereka berdiskusi. Saat menilai, guru menggunakan rubrik. Siswa yang belum dinilai pada kesempatan ini dapat dinilai saat mereka melakukan diskusi di kesempatan lain. Rubrik ada di halaman penilaian.
§  Siswa melakukan perenungan dengan menjawab pertanyaan yang terdapat dalam Buku Siswa.
§  Guru dapat menambahkan pertanyaan perenungan berdasarkan panduan yang terdapat pada lampiran di Buku Guru.
150 menit
Penutup
¡   Bersama-sama siswa membuat kesimpulan / rangkuman hasil belajar selama sehari Integritas
¡   Bertanya jawab tentang materi yang telah dipelajari (untuk mengetahui hasil ketercapaian materi)
¡   Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk menyampaikan pendapatnya tentang pembelajaran yang telah diikuti.
¡   Melakukan penilaian hasil belajar
¡   Menyanyikan lagu daerah “Cik-Cik Periuk”
¡   Mengajak semua siswa berdo’a menurut agama dan keyakinan masing-masing (untuk mengakhiri kegiatan pembelajaran) Religius
15 menit
E.      SUMBER DAN  MEDIA PEMBELAJARAN
¡  Buku Pedoman Guru Tema : Selamatkan Makhluk Hidup Kelas 6 (Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013, Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2018).
¡  Buku Siswa Tema : Selamatkan Makhluk Hidup Kelas 6 (Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013, Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2018).
¡   Bahan membuat patung yang dipakai sebelumnya
¡   Peta ASEAN

F.      MATERI
§  Menambah informasi dua Negara ASEAN terkait kondisi geografis
§  Berlatih keterampilan membuat patung dengan membuat bentuk dari adonan mainan

G.      METODE PEMBELAJARAN
¡  Pendekatan          : Saintifik
¡  Metode                :  Permainan/simulasi, diskusi, tanya jawab, penugasan dan ceramah

H.      PENILAIAN
1. Penilaian Sikap
2. Penilaian Pengetahuan
3. Penilaian Ketrampilan



Mengetahui
Kepala Sekolah




UNGGUL TAUFIK,S.Pd
NIP. 1970 12241997031004
Koto Pudung………….2019
Guru Kelas VI




MUHAMMAD AMIN,S.Pd
NIP. 19840618201001 1 014


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Satuan Pendidikan             :     SDN NO.059/XI KOTO PUDUNG
Kelas / Semester                :     VI (Enam) / 1
Tema 1                               :     Selamatkan Makhluk Hidup
Sub Tema 1                        :     Tumbuhan Sahabatku
Pembelajaran                     :     6
Alokasi Waktu                    :     1 Hari
Hari / Tgl Pelaksanaan:      ..................... / ........................

A.      KOMPETENSI INTI (KI)
KI 1   :  Menerima, menjalankan dan menghargai ajaran agama yang dianutnya.
KI 2   :  Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan tetangganya
KI 3   :  Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati (mendengar, melihat, membaca dan menanya ) dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, sekolah, dan tempat bermain.
KI 4   :  Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis, dan logis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan peri-laku anak beriman dan berakhlak mulia

B.      KOMPETENSI DASAR (KD)
PPKn
NO
KOMPETENSI DASAR (KD)
INDIKATOR
1
1.1 Bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas nilainilai Pancasila secara utuh sebagai satu kesatuan dalam kehidupan sehari-hari .
1.1.1Memahami tiga contoh pelaksanaan sila ketiga Pancasila terkait menjaga tumbuhan
2
2.1 Bersikap penuh tanggung jawab  sesuai nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.           
2.1.1Melakukan dua kegiatan yang sesuai dengan sila ketiga Pancasila terkait menjaga tumbuhan
3
3.1  Menganalisis penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehdupan sehari-hari
3.1.1Menemukan tiga contoh pelaksanaan sila ketiga Pancasila terkait menjaga tumbuhan
4
4.1 Menyajikan hasil analisis pelaksanaan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
4.1.1Menerapkan dua kegiatan yang sesuai dengan sila ketiga Pancasila terkait menjaga tumbuhan


Bahasa Indonesia
NO
KOMPETENSI DASAR (KD)
INDIKATOR
1
3.1 Menyimpulkan informasi berdasarkan teks laporan hasil pengamatan yang didengar dan dibaca.
3.1.1 Mengumpulkan ide pokok.
2
4.1 Menyajikan simpulan secara lisan dan tulis dari teks laporan hasil pengamatan atau wawancara yang diperkuat oleh bukti.
4.1.1Membuat kesimpulan dari suatu teks menggunakan kosakata baku.


C.      TUJUAN PEMEBALAJARAN
1.     Setelah membaca teks laporan, siswa mampu mengumpulkan ide pokok dengan benar.
2.     Setelah berdiskusi, siswa mampu membuat kesimpulan dari suatu teks menggunakan kosakata baku.
3.     Setelah berdiskusi, siswa mampu menemukan tiga contoh pelaksanaan sila ketiga Pancasila terkait menjaga tumbuhan dengan tepat.
4.     Setelah berdiskusi, siswa mampu menerapkan dua kegiatan yang sesuai dengan sila ketiga Pancasila terkait menjaga tumbuhan dengan rinci.


v   Karakter siswa yang diharapkan   :
Religius
Nasionalis
Mandiri
Gotong Royong
Integritas

D.      KEGIATAN  PEMBELAJARAN
Kegiatan
Deskripsi Kegiatan
Alokasi Waktu
Pendahuluan
¡   Guru memberikan salam dan mengajak semua siswa berdo’a menurut agama dan keyakinan masing-masing. Religius
¡   Menyanyikan lagu “Indonesia Raya” bersama-sama. dilanjutkan lagu Nasional “Indonesia Pusaka”. Nasionalis
¡   Guru mengecek kesiapan diri dengan mengisi lembar kehadiran dan memeriksa kerapihan pakaian, posisi dan tempat duduk disesuaikan dengan kegiatan pembelajaran.
¡   Pembiasaan Membaca 15 menit. Literasi
¡   Menginformasikan tema yang akan dibelajarkan yaitu tentangSelamatkan Makhluk Hidup”. Integritas
¡   Guru menyampaikan tahapan kegiatan yang meliputi kegiatan mengamati, menanya, mengeksplorasi, mengomunikasikan dan menyimpulkan.
10 menit
Inti
§  Siswa melanjutkan kegiatan dengan membaca teks yang ada pada buku pelajaran. Siswa membaca teks dalam hati. Guru memberikan waktu sekitar 2 menit. Mandiri
Tumbuhan Sumber Karbohidrat, Protein, dan Vitamin

Manusia dan hewan memerlukan makanan untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Oleh karena itu, jenis tumbuhan yang banyak mengandung sumber energi perlu dikonsumsi setiap hari. Ada beragam jenis tumbuhan yang mengandung karbohidrat, seperti padi, jagung, dan umbi-umbian.
Manusia dan hewan juga memerlukan makanan yang cukup megandung protein untuk pertumbuhannya, seperti untuk tumbuh tinggi, besar, dan mengganti sel-sel yang rusak dalam tubuh. Ada beragam jenis tumbuhan yang mengandung protein, sehingga membuat kita tumbuh sehat. Tumbuhan tersebut adalah kacang kedelai yang terdapat pada tahu dan tempe, kacang tanah, kacang merah, kacang hijau, serta jenis kacangkacangan lain.
Manusia membutuhkan jenis makanan yang mengandung vitamin. Vitamin diperlukan untuk menjaga kesehatan dan melindungi tubuh kita dari serangan berbagai penyakit. Ada beragam jenis tumbuhan yang mengandung vitamin untuk menjaga tubuh kita agar selalu sehat, yaitu sayuran dan buah-buahan. Sayuran dan buah-buahan tersebut meliputi bayam, kangkung, kacang panjang, terong, buncis, tomat, pepaya, manga, apel, jeruk, dan banyak lagi.

§  Siswa kemudian mengisi tabel untuk membantu pemahaman siswa.
Paragraf
Ide Pokok
Kesimpulan
1


2


3



§  Secara klasikal siswa mendiskusikan hasilnya. Guru meminta satu atau dua siswa untuk membacakan kesimpulan dan membahasnya. Siswa diberi kesempatan untuk memperbaiki pekerjaannya. Critical Thinking and Problem Solving
§  Secara individu siswa mengumpulkan kesimpulan yang ada dan menuliskan kesimpulan secara utuh. Siswa diingatkan untuk menulis kesimpulan dengan menggunakan kosakata baku. Mandiri
Guru berkeliling untuk memberikan bantuan saat siswa berdiskusi. Guru bisa memberikan pertanyaan pancingan apabila diskusi tidak berjalan lancar.
Kesimpulan dinilai dengan daftar periksa yang ada di halaman penilaian.
§  Guru dapat memulai kegiatan berikutnya dengan mengajak siswa untuk berdiskusi tentang pengalaman mereka merawat tanaman. Gotong Royong
§  Dua atau tiga siswa diberi kesempatan untuk menyampaikan pengalamannya. Siswa lain dipersilakan untuk memberi komentar.
§  Guru kemudian mengajak siswa untuk mengerjakan tugas sesuai instruksi yang ada di buku.
§  Setiap siswa kemudian menulis rencana penerapan sila Persatuan Indonesia terkait dengan menjaga tumbuhan. Tulisan mereka harus memuat paling sedikit dua contoh kegiatan, rencana pelaksanaan kerjasama, siapa saja yang dilibatkan, dan tempat serta waktu pelaksanaan.
§  Siswa menyampaikan hasilnya kepada teman kelompok dan setelah itu mereka menyampaikannya kepada guru. Communication
Rencana siswa dinilai dengan menggunakan daftar periksa yang ada di halaman penilaian.
§  Siswa melakukan perenungan dengan menjawab pertanyaan yang terdapat dalam Buku Siswa.
§  Guru dapat menambahkan pertanyaan perenungan berdasarkan panduan yang terdapat pada lampiran Buku Guru.
150 menit
Penutup
¡   Bersama-sama siswa membuat kesimpulan / rangkuman hasil belajar selama sehari Integritas
¡   Bertanya jawab tentang materi yang telah dipelajari (untuk mengetahui hasil ketercapaian materi)
¡   Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk menyampaikan pendapatnya tentang pembelajaran yang telah diikuti.
¡   Melakukan penilaian hasil belajar
¡   Menyanyikan lagu daerah “Yamko Rambe Yamko”
¡   Mengajak semua siswa berdo’a menurut agama dan keyakinan masing-masing (untuk mengakhiri kegiatan pembelajaran) Religiu

15 menit

E.      SUMBER DAN  MEDIA PEMBELAJARAN
¡  Buku Pedoman Guru Tema : Selamatkan Makhluk Hidup Kelas 6 (Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013, Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2018).
¡  Buku Siswa Tema : Selamatkan Makhluk Hidup Kelas 6 (Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013, Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2018).
¡  Tumbuhan

F.      MATERI
¡  Membuat kesimpulan dari teks yang dibaca
¡  Membuat cerita dan rencana penerapan sila ke-3.

G.      METODE PEMBELAJARAN
¡  Pendekatan          : Saintifik
¡  Metode                :  Permainan/simulasi, diskusi, tanya jawab, penugasan dan ceramah
H.      PENILAIAN
1. Penilaian Sikap
2. Peniaian Pengetahuan
3. Penilian Ketrampilan


Mengetahui
Kepala Sekolah




UNGGUL TAUFIK,S.Pd
NIP. 1970 12241997031004
Koto Pudung………….2019
Guru Kelas VI




MUHAMMAD AMIN,S.Pd
NIP. 19840618201001 1 014

















 

About us

Common

Category

FAQ's

Category

FAQ's

© 2011-2014 Guru Sekolah Dasar. Designed by Bloggertheme9. Powered By Blogger | Published By Blogger Templates .